NGAKAK! PENJELASAN ROCKY GERUNG BIKIN BUDIMAN DAN BURHAN BUANG AIR

Manuel Mawengkang – Memang kalau manusia itu menggelikan, biasanya bukan hanya menggelikan sebatas kata-kata saja. Tapi sampai terbawa ke fisik. Bayangkan saja, di acara ILC TV One yang udah beres itu, Rocky Gerung bisa membuat dua orang ingin buang air ketika dia bicara.

Bukan hanya Budiman Sudjatmiko, tapi Burhanudin Muhtadi pun juga buang air. Ini membuktikan bahwa bukan hanya pendukung Jokowi saja yang buang-buang air dengar Rocky Gerung, tapi juga orang netral seperti Burhan pun ikut buang air. Kenapa? Apakah karena menjijikkan? Mari simak analisisnya.

Mari kita simak apa yang diucapkan oleh Rocky Gerung.

Founding fathers kita saling caci maki kok, tapi dengan kemampuan metaphoric. Agus Salim dulu di forum ILC, kita bayangkan saja ada ILC di awal tahun mereka, dia lagi pidato ngasih presentasi, lalu di ujung sana ada yang ngeledek dia ‘mbeek, mbeeek’.

Kan Agus Salim wajahnya kayak kambing, jenggot, ‘mbeek mbeek’. Agus Salim nggak teriak, ‘heh lu sontoloyo, keluar’, atau ‘eh, tampang lu Boyolali, nggak pantas menghina saya’.

Agus Salim cuma bilang begini, ‘Panitia, setahu saya, saya diundang di forum manusia, kenapa ada binatang di pojok sana?’. Kan kemampuan itu yang ingin kita investasikan dalam politik Indonesia saat ini.

Teman-teman, saya kira pembahasan seperti ini harus ditingkatkan kualitasnya, ada isu yang dangkal tapi kita bahas dengan mengaktifkan imajinasi dalam tingkat abstraksi.

ujar Rocky.

Apakah para pembaca sudah mulai mual? Apakah para pembaca sudah ingin muntah dan buang air setelah membaca statement Rocky Gerung lengkap dengan nafasnya “Khokkk khokkk khokkk” seperti itu? Kalau Anda mual, artinya Anda normal.

Jika Anda sudah buang air setelah membaca statement ini, artinya Anda pendukung akal sehat. Akal sehat Anda terganggu melihat Rocky Gerung, ya itu wajar-wajar saja. Statementnya memang menurut penulis sangat memuakkan.

Lantas apa tanggapan Budiman Sudjatmiko dalam hal ini? Mari kita simak tanggapannya. Jawaban Budiman sangat politis dan masih terlihat begitu menghargai sosok Rocky Gerung. Memang besar hati sekali Budiman.

Ia mengatakan bahwa dirinya bukan walk out karena muak, tapi merasa kedinginan. Ah. Yang bener, Mas Budiman? Atau jangan-jangan kamu muak mendengar Rocky Gerung? Ngaku saja. Jangan disembunyikan perasaan itu. Hahaha. Yuk disimak kalimat Budiman Sudjatmiko.

Jadi ruangan itu sangat dingin, saya sangat kedinginan saat itu. Kebetulan setelah Rocky Gerung, itu giliran saya dan Burhanudin untuk bicara.

Jadi saya janjian sama Burhanudin, yang ternyata juga kedinginan. Jadi saya itu ke kamar kecil, maksudnya supaya saat giliran ngomong itu lancar. Jadi begitu sebenarnya,

Yakin Mas Budiman? Hahaha. Penulis kok kurang yakin ya? Ngomong-ngomong, Rocky Gerung itu memang lucu sih. Dia bicara untuk dirinya sendiri, dan tidak dimengerti. Secara tontonan di YouTube, ada ratusan ribu kali ditayangkan.

Apakah mereka yang menonton itu mengerti? Tidak. Mereka hanya ingin mencari hiburan saja. Mungkin mereka yang menonton itu, adalah orang-orang yang sedang mengalami permasalahan dalam sistem pencernaan mereka.

Mungkin di antara mereka, ada pendukung Prabowo yang mencari pembenaran dari manusia yang dijuluki “prof” yang homofon dengan “prov”. Sama-sama pembacaannya identik, tapi maknanya berbeda total. Profesor dan provokator. Dua hal yang berbeda jauh.

Mungkin di antara penonton, ada pendukung Jokowi yang sedang mencari hiburan belaka di tengah suramnya oposisi yang menyebarkan hoax Ratna. Bosan dengan Prabowo, mereka mencari Rocky Gerung.

Mungkin di antara penonton, ada juga orang-orang yang sedang sulit buang air. Jadi cari cara bagaimana untuk buang air. Terbukti Burhan dan Budiman bisa membuang air ketika Rocky Gerung bicara. Yuk disimak bagaimana penjelasan Budiman mengenai Politik Sontoloyo.

Mengorbankan kewarasan, yang jelas politik jangka pendek, politik pecah belah hanya untuk kekuasaan, mengorbankan kesatuan, menggedekan masalah kecil tapi mengabaikan hal besar

Kalau pecah belah berhasil yang rugi bukan Pak Jokowi, tapi bangsa. Mengorbankan kewarasan bangsa, keutuhan bangsa itu kemudian rusak hanya karena kebencian, emosi sesaat yang bisa membakar banyak hal yang berkaitan dengan bermasyarakat dan bernegara itulah masalahnya.

kata Budiman saat berbincang dengan detikcom, Selasa malam (23/10/2018).

Begitulah buang air.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *