JANJI BOHONG ( LAGI ) PRABOWO

Apapun akan diperbuat Prabowo untuk menaikkan elektabilitasnya yang makin turun di Pilpres ini..

Mulai peristiwa Operasi Plastik sampai pembakaran bendera HTI, terus menerus ditunggangi hanya supaya ia bisa berkuasa kali ini. Ini memang periode terakhir Prabowo, jadi dia harus habis-habisan, meski logistik agak cekakan..

Kali ini Prabowo berorasi bahwa ia berjanji tidak akan impor apa-apa lagi jika ia memimpin nanti. Dan ini disampaikan di depan pendukungnya, yang sama-sama sedang bermimpi..

Mimpi ?? Ya jelas mimpi, karena dalam sejarah tidak ada negara di dunia yang tidak impor apapun dari negeri lain. Impor harus ada demi memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tidak bisa diproduksi..

Sebagai contoh, Indonesia adalah pengekspor hasil laut terbesar ke lima di dunia. Negara-negara yang tidak punya laut jelas mengimpor dari Indonesia. Tapi mereka juga mengekspor barang yang tidak dipunyai Indonesia, seperti gandum misalnya, yang tidak diproduksi disini.

Jadi mana mungkin kita tidak akan impor apa-apa dari negara lain ? Bisa-bisa kita tidak produksi mie instan yang jadi makanan pokok kedua disini..

Semaju-majunya negara pasti dia impor. Amerika saja sebagai acuan negara maju, impor banyak barang senilai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Tapi mereka juga ekspor sesuatu ke banyak negara. Jadi seimbang. Karena masalah ekspor impor bukan hanya masalah ketahanan negara, tetapi juga masalah hubungan baik dengan negara tetangga.

Seperti tinggal di komplek perumahan, masak kita bisa memenuhi hidup kita dengan produksi sendiri di rumah ? Tentu kita belanja untuk memenuhi kebutuhan karena tidak ada orang yang sanggup hidup sendirian.

Tapi, ya itu tadi, Prabowo menjual mimpi kepada pendukungnya yang juga pemimpi..

Dikira tidak impor itu gagah. Dikira mampu produksi sendiri apapun juga. Itu namanya sombong, tidak melihat kemampuan diri sendiri.

Contoh sederhana lagi untuk kampret yang durhaka, semisal produksi beras anjlok karena kemarau panjang. Apa kita mau tidak makan beberapa hari karena pasokan beras kurang ? Ya tentu tidak. Kita harus impor dari negara lain untuk menjaga konsumsi kita yang tidak bisa berhenti. Kalau pasokan beras kurang, beras jadi mahal, siapa yang teriak nanti ? Ya ente-ente juga, akhi..

Padahal zaman Nabi Muhammad Saw saja, impor ekspor itu adalah hal biasa. Itulah kenapa ada jalur sutra yang berfungsi sebagai pertukaran hasil bumi antar negara. Lha itu Prabowo pengen Indonesia terkucil apa ?

Mimpi Prabowo seperti mimpi anak kecil. Gagah berkoar tapi tidak melihat kenyataan yang ada. Emosional dan tidak rasional. Pokoknya asal mangap, tidak pake hitung-hitungan. Kacau, kan ?

Padahal Prabowo di sekitarnya pasti impor juga. Handphone impor, jam tangan impor, mobil impor, kacamata impor, baju impor dan kuda pasti impor.

Yang tidak impor mungkin cuma satu, yaitu kesendirian..

Kesendirian memang tidak bisa diimpor. Bisanya diekspor dalam bentuk curhat yang melelahkan di status medsos setiap malam minggu menjelang. “Freddie Mercurie aja gandengan, masak gua nonton sendirian ?? 😭😭”

Seruput kopi impor dulu ahh..

Denny Siregar

fb Denny Siregar

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *