AMIEN RAIS SINGGUNG JOKOWI PERNAH KECOLONGAN ARCANDRA TAHAR

VIVA – Politikus senior Amien Rais sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Amien mengakui penyidik Polda Metro sempat menanyakan soal dirinya menyuruh Ratna melapor ke polisi.

Amien menekankan dalam pertemuan dengan Ratna bersama elite koalisi pendukung Prabowo sudah diimbau agar aktivis kemanusiaan itu melapor ke polisi dan visum ke rumah sakit.

“Itu tadi sudah ditanyakan ke penyidik, saya katakan saya dengar sendiri, Pak Prabowo katakan waktu bertemu di Polo, Cibinong. Pak Prabowo tanya mengapa Anda (Ratna) tidak lapor ke polisi? Katanya dia (Ratna) pertama takut, tidak berani. Dan, kedua, kenapa tidak cari visum dokter? Katanya saya (Ratna) juga takut,” kata Amien dalam acara Apa Kabar Indonesia tvOne, Rabu, 10 Oktober 2018.

Dia menekankan dirinya dan elite pendukung Prabowo tak menduga Ratna Sarumpaet berakting dianiaya.

Amien pun menyinggung pemerintahan Joko Widodo sempat kecolongan saat melantik Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, Arcandra adalah warga negara Amerika Serikat. Maka, ia pun meminta dimaklumi bila kena akting bohong Ratna Sarumpaet.

“Coba bayangkan, Pak Jokowi yang punya segala aparat intelijen yang sudah meresmikan melantik Menteri ESDM namanya Arcandra Thahar itu warga negara asing, asli. Jadi dia itu akan bekerja untuk Amerika. Jadi, mohon dimaklumi untuk ada yang kecil seperti ini,” sebut eks Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Arcandra Tahar sempat menghebohkan publik karena pernah dilantik Jokowi sebagai Menteri ESDM pada 27 Juli 2016. Namun, karena masalah kewarganegaraan AS, Arcandra akhirnya dicopot dari jabatannya. Saat itu, hanya sekitar 20 hari Arcandra menjabat Menteri ESDM.

Kemudian, bagi Amien, terkait pemanggilan polisi terhadapnya dalam kasus Ratna ini jelas bermuatan politis. Hal ini diakuinya yang sempat membuatnya bicara lantang menjelang pemeriksaan kemarin di Polda Metro.

Amien menyebut ada kejanggalan dalam proses pemanggilannya. Pertama, ia dipanggil dengan tanggal tertera Selasa, 2 Oktober 2018. Sementara, Ratna Sarumpaet dicokok polisi pada Kamis, 4 Oktober 2018.

“Ya saya jelas. Saya bicara bernada keras pada penyidik ini kasus yang dipolitisasi. Mengapa tiba-tiba tanggal 2 Oktober saya sudah dipanggil. Bahkan saya dengar tanggal 1 Oktober sudah diketik. Tapi, Ratna Sarumpaet tanggal 4 Oktober ditangkap. Tapi, saya maafkan, kerena manusia wajar berbuat salah,” tutur pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (ase)
sumber: viva.co.id
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *