SAID IQBAL BEBER ALASAN TERSERET KASUS RATNA SARUMPAET

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengaku dirinya ditelepon oleh Ratna Sarumpaet pada Jumat (28/9) malam. Saat itu, kata Said, Ratna menangis dan mengaku kepadanya telah dianiaya.

Said mengatakan hal itu usai menjalani pemeriksaan, Selasa (9/10). Said, yang merupakan rekan aktivis Ratna itu diperiksa mulai pukul 10.35 WIB hingga 18.30 WIB. Selama pemeriksaan, Said mendapat 23 pertanyaan dari polisi.

Said mengatakan kepada polisi dia menjelaskan yang dia ketahui dan dia dengar tentang pengeroyokan yang dikabarkan sempat menimpa Ratna.

Said menceritakan, pada Jumat 28 September 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, dia mendapat telepon dari staf Ratna.

“Setelah saya pulang dari acara di CNN TV saya ditelepon oleh staf Ratna Sarumpaet dan kemudian Ratna berbicara, saya sampaikan bahwa saya tidak bisa hadir untuk datang ke rumahnya, karena Ratna meminta saya untuk datang,” kata Said di Mapolda Metro Jaya.

Namun, kata dia, setelah permintaan Ratna ditolak Said, Ratna mendadak menangis.

“Tiba-tiba dia nangis dan mengatakan kamu harus datang karena saya dianiaya,” ujarnya.

Said yang awalnya menolak akhirnya memutar balik taksi yang ditumpanginya untuk menuju ke rumah Ratna.

Ketika tiba di rumah Ratna di kawasan Tebet, Ratna menyampaikan kepada Said bahwa dirinya ingin dipertemukan dengan Prabowo Subianto.

“Intinya Ratna Sarumpaet meminta bisa dipertemukan dengan Bapak Prabowo dan dia ingin dijelaskan langsung kepada Bapak Prabowo,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Ratna juga mengaku ke Said telah berkomunikasi dan menyampaikan persoalan penganiayaan itu ke Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.
Said Iqbal: Ratna Sarumpaet Menangis dan Mengaku Dianiaya

Kemudian, Ratna pun bertemu dengan Prabowo pada 2 Oktober 2018. Sejumlah tokoh juga turut hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Said, dalam pertemuan itu, Ratna kembali mengulang cerita yang sama dengan yang diceritakan kepada Said, yaitu soal penganiayaan.

Pada pertemuan 2 Oktober itu, kata Said, Prabowo meminta Ratna untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Selain itu Ratna juga diminta untuk melakukan visum.

Namun Ratna menjawab, dirinya pesimistis polisi akan menyelidiki peristiwa tersebut. Akhirnya, Prabowo pun mengatakan akan bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membahas kasus pengeroyokan tersebut.

Bahkan, kata Said, Prabowo juga menawarkan pendampingan hukum untuk Ratna yang dapat dilakukan oleh ACTA.

“Jadi Pak Prabowo pesannya jelas tetap sejuk karena saya ada di situ dan ini mungkin tidak terekspos oleh media selama ini,” ujarnya.

Sementara, soal informasi yang menyebut Said merupakan orang yang menerima foto wajah Ratna yang lebam, Said enggan menjawab.

“Saya sudah sampaikan ke penyidik, tanyakan ke penyidik. Saya enggak tahu, tidak tahu,” tuturnya.(gst)
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *