GILAAA !! JIKA RATNA TIDAK CEPAT-CEPAT TERUS TERANG, EGGY SUDJANA SEPERTI SIAP UNTUK GALANG DEMO BES…

Erika Ebener – Bayangkan jika Ratna Sarumpaet tidak segera mengakui tidak terjadi penganiayaan dan polisi tidak bergerak cepat… Mereka tak ragu-ragu melukai bangsa ini dengan luka yg sangat lama untukk disembuhkan. Civil war di depan mata…chaos,demo berjilid-jilid, bisa terjadi Konflik berkepanjangan. Yang saya bayangkan lagi bisa terjadi konflik 2 kubu dan ada yang memanfaatkan hal itu untuk menyerang atau melumpuhkan negara dengan Gerakan Makar atau Sejenisnya. Plus tekanan dari luar negeri..terutama amerika “Demi freport,exon dan lain-lain”, pasti yang getol berteriak dengan topeng HAM di indonesia akan melakukan cara-cara yang masih barbar..

Itu adalah status yang ditulis oleh seorang kawan, di facebooknya dia dengan tampilan sebuah video dimana Eggy Sudjana berteriak-teriak membacakan apa yang ditulis pada gadget yang dipegangnya erat-erat, yang kemudian diikuti oleh semua orang yang hadir di sana…

“Kami, Aktivis Pergerakan Lintas Generasi, terkait dengan kekerasan politik yang dialami oleh Ratna, DENGAN INI MENYATAKAN SIKAP, satu, kekerasan politik adalah kebiadaban dalam kehidupan berbangsa yang diatur oleh demokrasi. Kedua, MENUNTUT REZIM JOKOWI – JK pada iklim demokrasi tanpa kekerasan. Ketiga, menuntut pihak Polri untuk diusutnya pelaku tindakan kekerasan tersebut. Tiga (dia salah omong, harusnya keempat), menuntut diusutnya pelaku kekerasan yang terjadi pada Ratna Sarumpaet dan aktivis pergerakan lainnya, seperti Hermansyah, Neno Warisman, secara tuntas. Jakarta, 2 October 2018. Kami masyarakat Indonesia yang anti kekerasan…”

Whaaaaat???? Orasi itu dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2018???? Bukankah Ratna Sarumpaet BARU MENCERITAKAN pada tanggal 2 Oktober 2018 pada Prabowo Subianto, Fadli Zon dan Amien Rais ???? Kok bisa di acara orasi itu beberapa orang SUDAH MEMEGANG PAMFLET GAMBAR WAJAH RATNA SARUMPAET YANG BABAK BELUM BEGITU?????

Kalau orasi itu dilakukan pada malam hari setelah Prabowo mengadakan konferensi pers, saya masih bisa terima, TAPI di acara orasi itu beberapa orang SUDAH MEMEGANG PAMFLET FOTO RATNA YANG WAJAHNYA BABAK BELUR, DUA MACAM PAMFLET PULA !!!! Apa secepat itu mereka mencetak Pamflet??? Belum lagi foto Dorce yang sedang memegang pamflet yang sama… Lalu kalau kita dengarkan apa yang diorasikan, SAMA dengan apa yang Prabowo serukan bahwa kekerasan adalah pelanggaran HAM.

Prabowo lupa kalau dirinya dulu adalah pelanggan pelanggar HAM yang handal?????

Pada acara orasi malam itu terlihat juga beberapa elit-elit Partai termasuk Ferdinant Hutahaean, kader Partai Demokrat, yang sepertinya ikut berpidato. Dan beberapa orang yang wajahnya sudah sangat familiar, termasuk wanita yang duduk disebelah Ratna Sarumpaet ketika dia mengadakan konferensi pers meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia.

Sama seperti apa yang ditulis oleh teman saya di atas, kita tidak bisa membayangkan, hanya karena 1 orang, mereka sudah siap mengguncang negara dan bangsa yang sedang giat-giatnya berbenah dan membangun.

Ini juga bukti nyata bahwa kubu Prabowo tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali. Bagi mereka kepentingan golongan jauuuuuuh lebih penting ketibang keamanan dan ketentraman bangsa dan negara. Mereka tidak peduli, jika demo dan keributan yang mereka ciptakan akan mengakibatkan krisis ekonomi yang berkepanjang. Mereka tidak sadar, jika usaha demo untuk seorang Ratna Sarumpaet berhasil, negara ini akan dalam keadaan terpuruk ketika jatuh ke tangan mereka.

Benar-benar menyedihkan, menyebalkan, melihat bagaimana Prabowo dan kubu Prabowo begitu bernapsu untuk menghancurkan seorang Jokowi sampai rela menghancurkan seluruh negeri.

Saya rasa, jika Prabowo meminta pada Jokowi dengan ancaman yang macam-maca bahwa dirinya ingin menjadi Presiden Indonesia TANPA melalui proses pemilihan, atau dengan kata lain Kudeta, mungkin Jokowi akan memberikannya. Selama ada jaminan bahwa keamanan bangsa dan negara tidak akan tergoncang. Tapi ….. untuk bisa percaya bahwa Prabowo mampu menjaga keamanan dan ketentraman negara dan bangsa saja, saya pribadi sangat menyangsikan. Apalagi Jokowi….

Kali ini tidak bisa tidak dikatakan bahwa Indonesia diselamatkan oleh orang-orang cerdas di jajaran kepolisian yang mampu bekerja sangat cepat, hingga dalam hitungan jam, Ratna Sarumpaet terdesak oleh temuan-temuan pihak kepolisian dan akhirnya dia sendiri merasa tidak punya pilihan selain mengakui kebohongannya !!! Dan tentu saja pihak imigrasi bandara Soekarno Hatta juga berjasa karena mereka bisa menggagalkan rencana Ratna Kabur ke luar Indonesia.

Saya benar-benar menggeleng-gelengkan kepala karena sulitnya memahami cara pikir kubu Prabowo !!! Semoga sebelum Pilpres 2019, akan ada lagi satu peristiwa yang benar-benar bisa membuka mata rakyat Indonesia SECARA MENYELURUH untuk melihat bahwa lawan Jokowi adalah orang-orang yang tidak punya kepandaian dan hati. Dan kejadian itu akan membatalkan pecalonan lawan Jokowi di Pilpres 2019 nanti !!!!
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *