AUTOMOTIVE – KAPAN SEBAIKNYA DILAKUKAN PENGGANTIAN OLI MESIN MOBIL?

Saat ini banyak pabrikan mobil menjadwalkan service kendaraan pada interval 10.000 Km.
Bahkan pada kendaraan baru penggantian pertama oli mesin dilakukan pada 10.000 km pertama.
Pabrikan oli memang telah mengembangkan jenis additive yang dapat menambah masa pakai oli tsb.
Pengetesan telah dilakukan dan rekomendasi bahwa oli mesin dapat dipakai sampai 10.000 km juga telah dijadikan standard oleh beberapa pabrikan kendaraan.

Penulis tetap meyakiki bahwa interval perganntian oli tsb terlalu lama karena test oli mesin tsb pada umumnya dilakukan dengan kondisi sbb:

1. Dengan kecepatan rata2 kendaraan antara 30 s/d 60 km per jam

2. Tingkat kemacetan yang tidak se-ekstrim yang ada di Jakarta

3. Test dilakukan secara continue bukan pada kondisi pemakaian sehari hari dimana jarak tempuh rata2 secara umum adl 50 km per hari.

Kita coba lihat beberapa parameter :

1. Jarak 10.000 km bila ditempuh dengan kecepatan :

– 60 km per jam = 166,67 jam kerja mesin
– 30 km per jam = 333,33 jam kerja mesin
– 15 km per jam = 666,66 jam kerja mesin

2. Fakta yang penulis temukan dengan 3 kali pengetesan dengan jarak tempuh setiap pengetesan adl masing2n 5.000 km dengan mobil toyota fortuner dengan sebagian besar kondisi lalu lintas yang dipakai adalah jalan tol, kecepatan rata2 yang didapat hanya berkisar antara 12 sampai 22 km per jam.

3. Pada mesin mesin yang tidak ada jarak tempuh, pabrikan menganjurkan perawatan berdasarkan jumlah jam kerja mesin.

4. Kondisi lalu lintas yang semakin macet setiap hari.

5. Kondisi udara yang semakin berdebu

6. Sebagian dari kita menggunakan kendaraan dengan jarak dekat

7. Dalam kondisi macet mesin akan bekerja lebih berat karena udara panas. Saat kemacetan inilah kegunaan oli mesin semakin vital untuk mesin.

8. Pabrikan mobil berlomba untuk memberikan biaya service terhemat karena saat ini semakin banyak media yang membandingkan biaya kepemilikan kendaraan selama 100.000 km pertama.

Dengan tingkat kemacetan dan kecepatan rata2 yang hanya sekitar 15 km per jam artinya:

1. Mesin mobil kita bekerja lebih lama dibandingkan dengan jam kerja mesin saat pengetesan oleh pabrikan. Jam mesin kita minimal menjalani waktu tempuh setidaknya 2x lebih lama vs waktu tempuh saat pengetesan oli mesin oleh pabrikan.

2. Perbedaan antara jam kerja mesin dan jarak tempuh akan semakin jauh saat tingkat kemacetan semakin tinggi yang artinya jam kerja mesin akan semakin berat

Berdasarkan pertimbangan dan kondisi tsb diatas, penulis tetap meyakini bahwa interval pergantian oli mesin setiap 10.000 km adl terlalu jauh.
Penulis tetap menganjurkan agar pergantian olie mesin tetap dilakukan per 5.000 km jika kendaraan dipakai lebih banyak dalam kondisi macet.
Jika kendaraan dipakai ke luar kota dengan tingkat kecepatan rata2 yang cukup baik serta tidak digunakan dalam kecepatan tinggi, maka interval pergantian oli mesin setiap 10.000 km dapat dianjurkan.

Penulis sendiri tetap melakukan pergantian oli mesin, filter oli dan filter udara setiap 5.000 km.

Semua kembali kepada pertimbangan kita masing2.
Apakah tetap akan melakukan pergantian oli mesin setiap 10.000 km atau setiap 5.000 km, keputusan ada di tangan masing2 pemilik kendaraan.
Penulis hanya mencoba memberikan masukan dari sisi lain.

Diolah dari berbagai sumber.

Joseph Setiawan’s Blog

sumber: josephsetiawan.wordpress.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita, Informasi Mobil dan Motor. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *