ULUNG SITEPU PEJUANG YANG TERLUPAKAN

Dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekan RI yang ke – 73 ijinkan kami menampilkan sosok Bapak ULUNG SITEPU yang merupakan salah satu pejuang 45 yang mungkin generasi now tidak mengetahuinya bahwa di daerah mereka ada pejuang 45 yang terlupakan dalam sejarah perjuangan di Sumatera Timur dan sekitarnya.
Semoga dapat bermanfaat dan merupakan salah satu tambahan catatan sejarah di daerah ini, semoga. (admin)

“Ini adalah salah satu nama marga Suku Karo; Marga tokoh ini adalah SITEPU”

Ulung Sitepu ataupun Brigjend. Ulung Sitepu merupakan seorang tokoh militer, pejuang, dan Gubernur Sumatera Utara ke-8, yang menjabat sebagai Gubernur Sumut sejak 15 Juli 1963 hingga 16 November 1965. Dia tidak dapat mengakhiri priode jabatannya (5 tahun) dikarenakan dituduh terlibat dengan gerakan G30S/PKI oleh Pemerintahan Orde Baru, walau pun hingga saat ini tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan. (wikipedia.org).

Brigjend. Ulung Sitepu adalah Tokoh Karo Pejuang 45 dan seorang Nasionalis tulen dan tidak pernah berafiliasi dengan partai politik manapun termasuk PKI (Partai Komunis Indonesia) pada masanya, masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Karo tahu pasti beliau adalah seorang nasionalis dan cinta kepada NKRI sampai akhir hayatnya, dimana pada tahun 1963 terjadi pergantian gubernur Sumatera Utara dari Eny Karim ( 8 April 1963 s/d 16 Juli 1963, wikipedia.org).

Pada waktu itu tidak ada kesepakatan mufakat dalam menentukan siapa yang layak menjadi Gubernur Sumatera Utara pada tahun 1963 antara Partai Komunis Indonesia, Parta Nasional Indonesia maupun Parta Islam dan parta pendukungnya sehingga untuk jalan tengah dicalonkanlah dari TNI yang pada waktu itu Presiden Soekarno menujuk bapak Kolonel Ulung Sitepu dari pihak meliter.

Sebagai prajurit TNI yang notabene pejuang 45, beliau bersedia dan patuh kepada penunjukan Presiden Soekarno pada Juli 1963 dan kebetulan pencalonan tersebut secara aklamasi didukung sepenuhnya oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) dan para pendukung partai lainnya, dan akhirnya pada tanggal 8 April 1963 bapak Kolonel Ulung Sitepu (pada waktu pelantikan beliau masih berpangkat Kolonel) menjadi Gubernur Sumatera Utara menggantikan Eny Karim.

Pada tangal 30 September 1965 terjadi yang kita kenal dengan Peristiwa G-30-S adalah peristiwa yang sangat berpengaruh dalam sejarah masyarakat Indonesia. Paska peristiwa ini pluralitas ideologi di Indonesia mulai dibatasi. Tidak hanya pembatasan terhadap pluralitas ideologi (terutama ideologi Marxisme-Leninisme yang dilarang untuk dipelajari dan disebarkan), pembantaian jutaan manusia yang dituduh sebagai kader/simpatisan PKI (Partai Komunis Indonesia) juga terjadi pascaperistiwa tersebut.(https://philosophyangkringan.wordpres…), dimana Bapak Kolonel Ulung Sitepu yang pada masa tersebut menduduki jabatan Gubernur Sumatera Utara ditangkap oleh Pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soharto dan diadili oleh Pengadilan Meliter dengan tuduhan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam Peristiwa G-30-S hanya karena pada waktu pencalonan beliau yang karena patuhnya kepada instruksi pemimpinya Bapak Presiden Sokekarno untuk menduduki jabatan Gubernur Sumatera Utara dan kebetulan didukung sepenuhnya oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) maka dianggap bahwa beliau berafiliasi kepada PKI.
Padahal beliau adalah seorang Nasionalis dan cinta NKRI dan kamar beliau di Jalan Pasar Baru No. 5 Padang Bulan Medan sampai akhir hayatnya dipajang foto Presiden Soekarno ukuran lebih kurang 100 X 60 cm hitam putih, melebihi dari ukuran fotonya bersama keluarganya.

Pengadilan Meliter dengan tuduhan terlibat Peristiwa G-30-S, Bapak Brigjen Ulung Sitepu divonis Hukuman Seumur Hidup, walaupun tuduhan tersebut tidak terbukti sampai akhir hayatnya karena memang beliau adalah seorang Nasionalis sejati yang cinta kepada NKRI dan seorang salah satu Pejuang 45 dari provinsi Sumatera Utara dan seangkatan dengan Bapak Jenderal Djamin Ginting (Pahlawan Nasional), dan Bapak Selamat Ginting (Pa Kilap).

Akhirnya pada tahun 1989 beliau dibebaskan oleh Pemerintahan Orde Baru setelah mendekam di penjara “Orde Baru” selama 24 (dua puluh empat) tahun lamanya, dan sampai akhir hayatnya tuduhan keterlibatan beliau langsung maupun tidak langsung sampai saat ini tidak dapat dibuktikan, biarlah Tuhan yang maha pengasih mengetahui yang sebenarnya termasuk para hakim pemutus perkara maupun jaksa penuntut pada waktu itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat.

Terlampirkan kami tampilkan Acara NJUJUNGI BERAS ULUNG SITEPU (PA TIMUR) dilaksanakan pada hari Minggu, 09 Agustus 1987 jam 08.00 wib s/d selesai bertempat di Losd Desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut.

Acara tersebut adalah acara pengucapan syukur Adat Batak Karo sebagai ungkapan syukur karena Bapak Ulung Sitepu dan keluarga yang di masyarakat Karo dikenal dengan sebutan Pa Timur (Bapaknya Timur), panggilan beliau sesuai dengan nama anak sulungnya dra. Meryoldina Timur bru Sitepu karena walaupun ditahan selama 24 tahun lamanya beliau dibebaskan dalam keadaan sehat walafiatwalaupun umurnya sudah uzur, mungkin yang membuat dia dibui selama itu para eksekutornya dan lain yang tersliibat langsung maupun tidak langsung sudah mendahului dia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di pengadilan akhirat.
Pengucapan syukur ini dilaksanakan di Balai Desa/ Losd Desa, desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut, desa kelahiran beliau.

Disamping itu beliau juga masih diberi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merayakan Pesta Emas Perkawinan 50 (lima puluh) perkawinannya dengan Ibu Bagem bru Ginting Suka (Nande Timur) Pesta Perkawinan Emas 50 Tahun (tanggal 09 September 1942 – 09 September 1992) juga ditempat yang sama di Losd Desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut pada hari Rabu tanggal 09 September 1992.

Dalam video ini ibu Bagem bru Ginting Suka (Nande Timur) menceritakan suka dukanya sebagai ibu rumah tangga mendampingi Bapak Ulung Sitepu (Pa Timur) selama 50 (lima puluh tahun) mendampinginya.
Maaf acara dalam bahasa Karo, mungkin suatu saat nanti ada sukarelawan yang dengan sukarela menampilkan teksnya dalam bahasa Indonesia, semoga.

fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup
www.sinabungjaya

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *