DARI AHOKER UNTUK AHOKER

Banyak pendukung Ahok kecewa. Mereka patah hati atas pilihan MA oleh Jokowi. Kok orang yang menjebloskan Ahok ke penjara dijadikan cawapres. Tak mau tau alasannya, mereka berkeras akan golput. Awalnya saya tak ‘ngeh’ soal Ahoker ini. Tapi, setelah banyak berseliweran di ‘timeline’ saya tekad golput para Ahoker, saya baru ‘ngeh’.

Sebenarnya saya kecewa, sedikit, mengapa bukan MMD yang dipilih? Tapi segera sirna kecewa itu. Sebagai Ahoker yang kecewa bukan karena soal Ahok dan kecewa itu sudah sirna, maka saya akan menulis untuk anda, para Ahoker, begini:

Jangan golput!

Mengapa? Karena kita harus tau duduk soalnya dan bersikap benar atasnya. Mari kita lihat empat alasan mengapa anda tidak boleh golput!

Pertama, Ahok sendiri telah lama mengampuni MA. Ahok mengutip perkataan Yesus: “Kasihilah musuhmu.” Kalau Ahok saja yang dipenjara mengampuni, apatah kita? Ampunilah MA, karena dia tidak tahu apa yang dilakukannya, oke? Bahkan lewat Luhut dia menitip pesan akan berkampanye bagi MA sekeluarnya dari penjara.

Kedua, Romo Magnis pernah bilang, memilih pemimpin bukan memilih yang terbaik tapi mencegah yang terburuk berkuasa. Kalau karena golputmu Jokowi kalah bagaimana? Mau semua sungai di Indonesia dikasih jaring? Mau politik uang tumbuh subur di Indonesia? Mau semua kita diwajibkan pakai ‘lipbalm’? mau urusan bangsa dan negara ditinggal untuk ngurusin kuda? Tidak bukan? Karenanya, jangan golput!

Ketiga, “ah, kalau nanti Jokowi ‘disetir’ gimana”, katamu. Temans, lihat bagaimana sepak terjang JK sebagai Wapres. Ya benar, tidak berkutik dia. Awalnya orang sangsi karena melihat bagaimana JK menyetir SBY ketika mereka berpasangan. Tapi dibawah Jokowi, JK hampir-hampir tak berperan. Oleh karenanya buang jauh-jauh pikiran MA akan menyetir Jokowi. Jokowi itu seorang asertif yang solid. Seorang yang tegas dan sulit diatur-atur. Percayalah, Jokowi tak akan mudah dipengaruhi. Jokowi kuat dan mandiri keputusannya. Begitupun terhadap MA!

Keempat, Jokowi seorang tukang kayu. Dia tahu benar cara membuat mebel. Semakin tua kayu pembuat mebel makin bagus hasil produksi mebelnya. Jokowi tidak akan menggunakan kayu muda karena akan jelek hasilnya. Hal itu dia lakukan ketika memilih JK yang tua dalam perhelatan Pilpres 2014. Begitupun pilihan Jokowi kali ini. MA adalah seorang yang malang melintang di Legislatif dan Eksekutif, utamanya di bidang keagamaan. MA adalah kayu tua yang hebat. Sudah benar dan sudah tepat pilihan Jokowi. Tinggal kita mendukungnya. Tak jadi relawan tak mengapa. Minimal tak jadi golputlah.

Jangan jadi orang lemah. Jadilah kuat.
Mengampuni, membuat kita kuat.

RSK
Dari pojokan Cibubur.

fb Reinhard Samah Kansil
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *