AHOK LEPAS DENDAM, CAKRA KE 8 TERBUKA, LUHUT TERNGANGA

Manuel Mawengkang – Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman ternganga dan terbuai dengan terbukanya cakra ke delapan dari Basuki Tjahaja Purnama. Ia diperlihatkan oleh sebuah fenomena yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya.

Ia melihat kebesaran hati Ahok, dan Luhut tidak kuasa untuk membagikannya ke publik. Ahok mengasihi Ma’ruf Amin, orang yang pernah berseteru dengannya! Sekarang, Ahok yang memegang fatwa.

Keberadaan Ahok saat ini sedang ditunggu-tunggu. Setiap kali ada manuver Joko Widodo yang terkadang membuat para pendukung Jokowi dan Ahok terpecah, tulisan tinta biru Ahok lah yang selalu meredakan suasana. Ahok kali ini menguasai politik di Indonesia.

Tidak ada yang bisa membendung Ahok. Ahok benar-benar berkuasa saat ini. Posisinya sangat krusial. Keberadaannya di Mako Brimob, tidak bisa menutup pengaruhnya di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Prabowo dan Sandiaga pun keringat dingin melihat kebahaduran dan kekuasaan Ahok yang mengendalikan arus suara rakyat di balik Mako Brimob. Kata-kata yang tidak terucap dari mulut menjadi kata-kata yang mengeset situasi politik Indonesia.

Ahok tidak lagi bersuara lewat getaran pita suara. Ahok sekarang bersuara melalui tulisan, yang selalu tersebar luas. Tidak perlu video untuk mengulang kalimat Ahok. Kata-kata, berkuasa menentukan arah arus politik di Indonesia. Ya. Di Indonesia.

Seorang Luhut Binsar Pandjaitan, politisi yang sudah malang melintang pun terkaget-kaget melihat perubahan drastis dari Ahok. Ia ternganga, ia terkaget-kaget, ia melotot dan ia berbahagia atas apa yang terjadi di dalam kehidupan Ahok.

Tuhan membentuk Ahok sampai seperti saat ini. Dari pemarah dan ketus, ia menjadi sosok yang lebih besar dari Prabowo. Ia lebih besar dari Sandiaga Uno. Kata-katanya Ahok benar-benar membawakan sebuah pergerakan yang tenang, dalam dan berpengaruh.

Sosok Ahok, saat ini merupakan sosok penentu arah politik. Kalimat Ahok semua didengar. Beberapa kali sudah kejadian.

Ketika polisi memberikan SP 3 kepada Rizieq, para pendukung Ahok terpecah. Mereka memaki-maki dan mencibir Joko Widodo. Mereka benar-benar kehilangan arah. Bagaimana mungkin tersangka penodaan Pancasila itu dicabut statusnya? Akan tetapi, ketika Ahok bersabda, teduhlah badai itu.

Ketika Moeldoko yang adalah “orangnya” Jokowi membuka kemungkinan SP 3 Rizieq diberikan dalam kasus pelanggaran UU ITE dalam tersangka sex chat, pendukung Ahok juga terpecah.

Mereka langsung menembak Joko Widodo. Bahkan seorang Denny Siregar pun melakukan ancaman yang mengatakan bahwa dirinya akan golput. Akan tetapi, ketika Ahok bersabda “Dukung Ahok dan sahabatnya,” semua teduh. Badai kedua pun selesai.

Ketika Ma’ruf Amin dipinang Joko Widodo, publik pun gempar. Ma’ruf Amin adalah orang yang berada di balik fatwa yang menggedor Ahok itu. Publik tidak percaya, mengapa Jokowi begitu? Ketika Ahok bersabda lagi melalui pengakuan Luhut, badai itu mulai mereda. Lihat saja nanti.

Beginilah pengakuan Luhut terhadap statement Ahok.

Ada yang bilang Pak Ahok marah katanya. Kemarin Ahok tulis surat ke saya, bilang, ‘Saya senang, Pak. Kalau saya keluar dari penjara, saya pengin juga ikut kampanye nanti di tim pemenangan’

Jadi nggak ada. Jadi untuk ahokers-ahokersnya saya pikir kemarin malah si Amelia dan Singgih itu juga sudah bertemu dengan Pak Ahok, mereka mengatakan, ‘Saya mendukung Kiai Ma’ruf Amin’.

Saya pastikan seribu persen dia (Ahok) tidak marah.

Jadi kita lihat dari positifnya. Semua kita bisa berbeda waktu yang lalu, tapi semua kalau melihat untuk kebaikan NKRI kita buang perbedaan-perbedaan kita untuk kepentingan nasional untuk NKRI. Jadi NKRI itu harga mati

ujar Luhut, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Lihatlah bagaimana Luhut Binsar Pandjaitan terkagum-kagum dengan Ahok. Bahkan ia meyakinkan publik bahwa Ahok tidak dendam. Ya. Ahok tidak marah lagi. Ia sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Ahok sudah selesai dengan Ma’ruf Amin. Ahok sudah selesai dengan Prabowo. Hanya saja, kita belum tahu apakah Ahok sudah selesai dengan Anies dan Sandi? Kita juga belum tahu apakah Ahok sudah selesai dengan pendukung Sandi yang pernah mengusir Djarot dari masjid?

Kita lihat saja surat nanti. Penulis yakin, bahwa saat ini, cakra ke-delapan Ahok sudah terbuka.

Begitulah cakra-cakra.

Manuel Mawengkang

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *