PIMPINAN SEWORD PENGEN ISTIRAHAT JADI RELAWAN JOKOWI? SAYA MALAH BERSEMANGAT

Aven Jaman – Menyimak curahan hati Mas Alif, pemilik Seword di sini https://seword.com/politik/pasca-maruf-saya-istirahat-dulu-dari-relawan-jokowi-2KnmcnEhE, harusnya saya ikutan larut dalam narasi sentimentil yang dituangkannya. Bagaimana tidak, saat portal ini masih digawangi Mas Alif sendirian hingga memiliki penulis 1000an orang sekarang ini, saya ikuti dengan baik. Bahkan, saya pun ikutan terlibat menjadi penulis di sini sejak Desember 2016, saat penulisnya masih 100an orang. Jadi, boleh dikata, sebagian besar perjalanan sejarah portal ini saya tahu baik dan karenanya bila Mas Alif terkesan ingin menyerah dari gelanggang tulis-menulis bernarasi mendukung Jokowi, harusnya saya pun patut larut.

Tidak! Mas Alif memiliki alasan sendiri untuk rehat sebentar, entah beneran akibat keterpilihan KH Makruf Amin sebagai calon wakil Joko Widodo atau ada sebab lain, saya hormati keputusannya tersebut. Tugas saya ialah bagaimana menjaga konsistensi perjuangan saya demi tanah air selama ini. Maka, saat seword masih ada, saya ingin sekali lagi memberikan buah pikir demi tanah air. Oke, skiplah tentang itu.

Makruf Amin, Bukti Kegeniusan Jokowi Berpolitik

Sekarang saya mau katakan bahwa saya justru lebih antusias mendukung Pakdhe dengan sosok calon wakilnya adalah KH Makruf Amin. Teman-teman saya dan juga mungkin pembaca yang merupakan Ahoker lantas mungkin berpikir, “Wah, Aven ini seperti menari di atas nasib malang yang menimpa Ahok. Aven tentu lupa bahwa justru karena keluarnya fatwa MUI yang mana KH Makruf Amin selaku ketuanya, Ahok mungkin tidak akan bernasib seperti sekarang”. Ya, mungkin saja dan saya perlu meluruskan hal itu.

Perlu pembaca ketahui, ahoker yang kecewa itu sekarang bermutasi menjadi #NemoMovement. Gerakan ini bahkan sudah muncul sejak SP3 ke – 2 untuk Habib Riziek Shihab keluar beberapa bulan silam. Saya bahkan salah satu generasi awal dari gerakan tersebut. Lebih lengkapnya, Anda bisa simak soal itu di sini : https://seword.com/sosbud/bukan-jokower-bukan-ahoker-tapi-ini-nemomovement-90nySkWU6.

Maka, kalau dibilang saya tidak peduli sama nasib malang Ahok, saya bisa buktikan kalau saya malah sangat peduli. Lalu, mengapa sekarang malah antusias mendukung Jokowi berduet dengan KH Maruf Amin? Jawaban ringkasnya adalah karena bahwa meski saya Nemo, saya dari dulu memang senang melihat kepemimpinan Jokowi dalam melayani segenap bangsa Indonesia.

Jawaban seriusnya adalah karena dengan memilih Maruf Amin, Jokowi menunjukkan kualitas berpolitiknya yang jauh di atas lawan-lawannya. Saya boleh bilang, Jokowi genius dalam berpolitik. Ini alasan-alasannya:

Dengan memilih MA, maka potensi keterpecahan di internal koalisi pendukung teratasi. Bayangkan kalau misal Mahfud jadi terpilih maka PKB dan PBNU sebagai organisasi bakal out dari koalisi. Outnya PKB bakal memicu terbentuknya poros ketiga. Outnya PKB juga akan makin membuat kubu lawan yang selama ini aktif memfitnah Jokowi sebagai antiulama, tidak dekat dengan kalangan Islam bakal mendapat pembenaran, Jokowi pun jadi sulit menang kembali. Hal sebaliknya pun terjadi, bila Cak Imin yang dipilih maka parpol lain juga akan iri atau bahkan hengkang juga. Demikian pula bila Moeldoko yang dipilih.

Dengan memilih MA, koalisi terjaga solid, membuat peluang terbentuknya poros ketiga tertutup dan ini serentak melokalisir kekuatan lawan jadi sekitar itu-itu saja. Sehingga ini membuat citarasa pilpres 2019 mengulang citarasa 2014, head to head Jokowi dengan Prabowo.

Karena paslon jadi tersisa cuma dua, mari kita lihat siapa di balik Prabowo – Sandiaga Uno. Sebuah sumber terpercaya membocorkan kepada saya bahwa di balik pencapresan Prabowo selama ini sebetulnya ada kekuatan asing yang pengen “melahap” Indonesia. Kekuatan Asing itu adalah Rothschild Family. Siapa itu? Anda bisa simak sendiri di sini:

https://ekonomi.kompas.com/read/2012/11/22/16301656/tandingi.bakrie.rothschild.gandeng.keluarga.prabowo

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-2173923/pengakuan-hashim-djojohadikusumo-dukung-rothschild-singkirkan-bakrie-di-bumi

https://www.kompasiana.com/ratu.adil/54f7cbd3a33311f8498b4730/prabowo-pintu-lain-rothschild-kuasai-tambang-di-indonesia

https://www.kaskus.co.id/thread/53b53efb529a45ec0f8b484a/dendam-prabowo-hashim-dan-cengkeraman-rothschild/

Konon,diduga kuat di balik itu juga ada keluarga Cendana, mafia Petral, juga mafia freeport dan juga Trump. Tidak percaya, simak saja bagaimana Amerika sedang ingin menggugat Indonesia di sini: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4155778/trump-gugat-ri-rp-5-t-darmin-kita-sudah-komunikasi.

Nah, dari sekian temuan-temuan di atas, rasa-rasanya saya perlu menomorduakan dulu urusan kepedulian saya terhadap Ahok. Saya harus dukung Jokowi guna menghadapi kekuatan-kekuatan tersebut biar harga diri bangsa ini tetap tegak, tidak dikooptasi asing. Jokowi tidak boleh sendirian. Satu-satunya jalan ialah memastikan koalisi terjaga tetap solid, kalau perlu membangun pula kekuatan sipil di luar parlemen yang sangat bisa dia lakukan lewat PBNU. Kalau kita semua kompak, solid, dan lupakan dulu egoisme pribadi maupun golongan, kekuatan asing mana yang bisa melawan kita??

So, untuk Mas Alif…silakan istirahat dulu mas jika memang sudah sangat penat akibat percaturan politik di tanah air. Harapan saya, segeralah balik dan mari kita dukung Jokowi melawan siapapun yang hendak menginjak-injak lagi harga diri bangsa kita.

#NKRIHargaMati buat kita, kan?

Aven Jaman

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *