2 AKTIVIS TEMUI TKW ASAL TANJUNGBALAI YANG MENAWARKAN GINJAL DI MALAYSIA

Tanjungbalai (SIB) -Dua aktivis Kota Tanjungbalai di antaranya Syafrizal Manurung SH dari aktivis Komite Masyarakat Peduli Nusantara (Koma Pena) dan Nazmi Hidayat SH Aktivis Nelayan Jayantara (ANJ) berangkat ke Malaysia, Sabtu (4/8) pagi, dengan tujuan untuk menemui serta untuk melakukan advokasi agar dapat membawa pulang Sri Wahyuni (38) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Tanjungbalai yang berniat menjual satu buah ginjalnya karena tidak memiliki uang untuk pulang ke tanah air.

“Berkenaan dengan beredarnya berita melalui FB tentang seorang TKW Sri Wahyuni asal Kota Tanjungbalai yang akan menjual ginjal untuk biaya pulang ke tanah air, sehingga atas dasar kemanusiaan kami berangkat langsung meninjau dan akan melakukan advokasi untuk bisa mengembalikan saudari kita itu ke tanah air, agar bisa berkumpul bersama-sama keluarganya,” kata Syafrizal Manurung melalui pesan singkatnya.

Dikatakannya, keberangkatan mereka juga dikarenakan TKW tersebut tidak memiliki uang untuk ongkos pulang ke tanah air dan saat ini dengan kondisi tanpa memiliki dokumen resmi, karena paspornya ditahan oleh majikannya sewaktu bekerja di negara itu. Selain itu katanya, saat ini TKW itu juga sedang berada di rumah sakit setempat karena dalam masa persalinan.

“Keberangkatan kita menuju Klang Malaysia, Sabtu 4 Agustus 2018. Mohon dukungan dan suport dari rekan-rekan juang sekalian. Ini murni atas dasar kemanusiaan. Info kondisi terkini saudari Sri Wahyuni berada dalam perawatan di rumah sakit Tengku Ampunan Rahimah Klang, usai melahirkan anak keempatnya,” tambahnya.

Sebelumnya, viral di media sosial melalui akun facebook ‘Chinta Clara’ yang diketahui bernama Sri Wahyuni (38) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kota Tanjungbalai-Indonesia yang berada di negara Malaysia menawarkan satu ginjalnya untuk dijual agar ada ongkos pulang ke kampung halamannya. Ditambah lagi saat itu kondisi TKW yang telah memiliki 3 anak itu sedang hamil tua sehingga sangat terdesak kebutuhan biaya untuk persalinan.

Dari kolom komentar dipostingan facebook tertanggal 22 Juli 2018 lalu itu, diketahui bahwa dirinya berniat menjual satu ginjalnya selain untuk biaya ongkos pulang ke tanah air, serta untuk biaya pengobatan putri sulungnya yang selama ini sudah sakit dan juga untuk kebutuhan sekolah 2 anaknya yang kini duduk di bangku SLTP dan TK dan tinggal bersama keluarganya di Tanjungbalai.

Sementara itu, pihak keluarganya saat dikunjungi SIB, Senin (23/7) lalu di kediamannya Jalan Kenanga LK. VIII Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai mengaku sangat terkejut bercampur sedih setelah mengetahui hal tersebut. Mariati (60) ibu Sri Wahyuni berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak lain supaya putrinya itu bisa pulang tanpa harus menjual ginjalnya. “Kepada siapa saja, saya minta tolong sebagai ibunya. Tolong dibantu anakku itu supaya tidak menjual ginjalnya,” pintanya. (E09/f)
sumber: hariansib
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *