AMIEN TANTANG REBUT BLOK ROKAN, JOKOWI LAKSANAKAN, ADA LAGI MBAH?

Enok Suryati – Dengan berkembangnya media, semakin meluasnya semua orang dari berbagai level pendidikan bisa dengan mudah berkomentar. Dalam hal ini, sebagai pengamat media, kita juga mesti bersikap dewasa dan bijak menyikapinya. Jangan mudah terprovokasi terhadap komentar yang bernada mencemooh dan tidak membangun, bisa jadi itulah caranya dia menyampaikan kritik atau basic pendidikan yang rendah. Kita perlu menyampaikan bahwa ada UU ITE dalam hal ini, jangan sampai ketikan tangan kita didalam komentar memasukkan kita ke ranah hukum dan dipenjara.

Ternyata hal ini, sudah disampaikan jauh-jauh oleh Presiden Jokowi terkait perbedaan nyinyir dengan kritik. Mantan Wali Kota Solo itu menjelaskan, kritik memang penting untuk mencapai satu kesempurnaan. Asal berbasis dengan data-data sekaligus diberikan juga solusinya.

Dalam hal ini, sudah sangat jelas, bahwa nyinyir itu mengkritik tanpa sumber dan data, bisa jadi dia komentar terhadap sumber berita yang belum tentu kebenarannya atau berita HOAX, namun ia sebarkan ke media lalu beri tulisan yang ternyata isinya hanya nyinyir, zero kritik. Bahkan terkesan mengumbar kebencian tak beralasan. Kritik lebih pada membangun memberikan solusi dari permasalahan yang dia lihat.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah. Kritik tajamnya itu kadang membuat merah telinga Istana. Misalnya saja pertama, pengibulan pembagian sertifikat. Kritik pedas Amien Rais terkait pembagian sertifikat langsung direspon langsung oleh Presiden Jokowi. Jokowi menegaskan pembagian sertifikat itu bukan suatu pembohongan atau pengibulan. “Diangkat tinggi-tinggi biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi hak milik bapak ibu sekalian dan bukan pengibulan”. begitu kata Jokowi dalam sebuah acara pembagian sertifikat tanah.

Kedua, Amien Rais pernah mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Amien mengaku mendapat kabar ada pejabat pemerintah yang menerima uang sebesar Rp 10 triliun dari pengembang untuk memuluskan proyek reklamasi.

Berikut pernyataan mbah Amien :

“Ini jelas Podomoro ya sudah membuat iklan di Hong Kong, katanya ada pejabat kita yang dapat Rp 10 triliun,”

Pernyataan Amien langsung direspons Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dia meminta penyebar isu menggunakan logika terlebih dahulu sebelum mengutarakan pendapatnya. Begini kata Luhut : “Kadang-kadang saya saja yang ngerjain tiap hari masih banyak belum mengerti. Ada yang baru lihat sekali langsung bilang sudah terima Rp 10 triliun. Emang Rp 10 triliun kecil? Enak saja. Itu gede, itu enggak main-main ya. Dipakai dulu logikanya sebelum begitu.”

Mbah Amien ini memang seperti so tahu ya. Hanya melihat dari luar saja seperti yang tahu segalanya. Mengetahui dengan detail. Padahal orang yang terlibat langsung saja harus mempelajari lebih dalam.

Ketiga, dana haji untuk infrastruktur. Amien Rais pernah mengingatkan Jokowi jangan menggunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur. Berdasarkan data yang dikantongi, Amien Rais menemukan adanya penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

“Dana haji jangan diserobot untuk infrastruktur. Dana haji itu Rp 93 triliun oleh bung Jokowi dipakai untuk infrastruktur. Ini dana keumatan, ini dana keagamaan sehingga tolong dihentikan”.

Kalau memang Jokowi memakai dana haji untuk infrastruktur pasti akan ketahuan, karena memakai uang besar. Tentu saja Jokowi tidak bodoh, mengeluarkan kebijakan besar seperti itu tanpa persetujuan DPR. Mbah Amien ini ade-ade saje.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memang seolah hobi mengkritik keras Presiden Jokowi. sepertinya kalau tidak mengkritik pedas, badannya pegal-pegal atau pikunnya kumat. Baru-baru ini Amien menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri ESDM Igansius Jonan untuk merebut kembali Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia.

Selama ini Blok Rokan dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat. Masa kontrak blok tersebut akan habis pada 2021. Oleh karena itu, Amien menantang Jokowi agar bisa merebut kembali Blok Rokan setelah habis masa kontrak tersebut.

Berikut tantangan mbah Amien :

“Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke Ibu Pertiwi, ke Pertamina, ini sebuah trobosan luar biasa. Cuma berani enggak Jonan, berani enggak Pak Jokowi? kalau berani ya luar biasa,” tutur Amien Rais di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/7).

Tak berselang lama, tantangan Amien langsung dikabulkan oleh Jokowi. Pemerintah telah memutuskan Rokan untuk dikelola Pertamina setelah 2021. Sebab, proposal yang diajukan Pertamina jauh lebih baik dibanding dengan Chevron. PT Pertamina (Persero) menjanjikan penghematan devisa sebesar USD 4 miliar per tahun dari pengelolaan Blok Rokan, Riau.

Nah seharusnya wartawan nanya langsung nih ke Mbah Amien. Rokan sudah direbut mbah, ada lagi yang lain?
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *