ALASAN ANIES KEMBALI CAT HITAM PUTIH PEMBATAS JALAN BIKIN NGAKAK!

saefudin achmad – Sudah berapa banyak hal yang dilakukan oleh Anies tapi sia-sia? Sudah berapa banyak anggaran yang keluar untuk sesuatu yang tak berguna? Anies merubah sesuatu yang sudah bagus dengan anggaran, kemudian mendapat cibiran, teguran, hingga ancaman karena dinilai melanggar aturan, lalu dikembalikan ke semula. Benar-benar pekerjaan yang menghabiskan biaya, tenaga, dan waktu. Untuk sekelas provinsi DKI Jakarta, apa yang dilakukan oleh Anies dan Sandi sebenarnya sangat memalukan dan tidak bisa ditolerir.

Pendidikan yang tinggi ternyata tidak menjamin seseorang pintar dan paham terhadap banyak persoalan. Bukan pendidikan yang salah, tapi orangnya saja yang tidak bisa menyerap pendidikan itu dengan baik, atau orangnya saja yang tidak bisa memanfaatkan pendidikannya sebaik mungkin. Anies adalah seorang doktor lulusan Amerika. Anies memang pandai beretorika. Sangat pantas menjadi seorang dosen yang suka berteori. Namun untuk urusan yang mengurus Provinsi, Anies bisa dikatakan tak layak. Pasalnya, untuk hal sepele soal ketentuan-ketentuan marka jalan saja tidak tahu.

Dengan alasan yang tidak masuk akal, yaitu ingin mempercantik jalanan demi menyambut perhelatan Asian Games, Anies mengecat pembatas jalan dengan warna-warni seperti kue lapis. Anies melakukan hal yang sangat tidak lazim. Dia mungkin berpikir apa yang dia lakukan adala terobosan baru dan fantastis. Namun karena tak paham aturan, akhirnya yang dilakukan Anies justru membuat malu.

Anies akhirnya kembali mengecat pembatas jalan dengan warna hitam putih. Alasan yang dikemukakan Anies bikin ngakak. Pasalnya, ternyata Anies memang tidak ngerti tentang ketentuan-ketentuan marka jalan. Benar-benar memalukan.

Pembatas jalan yang sudah dicat warna-warni di sejumlah wilayah di DKI Jakarta kembali dicat jadi berwarna hitam-putih. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap alasannya.

“Ada ketentuan-ketentuan mengenai marka-marka jalan,” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Anies mendapat penjelasan dari Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Yusmada Faizal tentang ketentuan soal marka jalan. Salah satunya soal warna untuk kepentingan keamanan.

“Asisten Pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati karena memiliki fungsi tidak hanya untuk estetika, tapi juga untuk safety,” imbuhnya.

Saat dimintai konfirmasi, Yusmada mengatakan sebenarnya belum ada aturan baku soal warna pembatas jalan. Namun biasanya warna menyesuaikan dengan kondisi jalan tersebut.

“Soal separator itu adalah bagian dari kelengkapan jalan yang mesti perlu kaidah-kaidah traffic jalan raya dipenuhi. Secara spesifik aturan pewarnaan itu belum ada, tapi ada pemahaman standar dari yang universal bahwa warna tipikal itu bisa warna aslinya benda itu atau dipertegas putih-hitam itu warna tipikal,” kata Yusmada saat dihubungi wartawan, Selasa (31/7/2018).

Yusmada menegaskan penggantian warna pembatas jalan adalah demi keselamatan. Warna-warna yang digunakan tentu ada maknanya.

Dari penjelasan di atas, kita bisa mengambil beberapa kesimpulan:

Pertama, Anies ternyata orang yang tidak paham ketentuan-ketentuan tentang jalan. Sebagai orang yang memiliki pendidikan tinggi, saya kira bukan hal sulit bagi Anies untuk melakukan riset terlebih dahulu mengapa pembatas jalan di berbagai wilayah di dunia berwarna hitam dan putih? Saya rasa bukan tanpa alasan mengapa harus berwarna hitam dan putih. Namun Anies mengabaikan riset. Dia terlalu terburu-buru dalam melangkah. Akhirnya, apa yang dia lakukan hanya membuat malu diri sendiri.

Kedua, cara pandang Anies soal estetika juga perlu dipertanyakan. Saya kira jalan yang berwarna hitam justru sangat terlihat tidak indah jika pembatas jalan berwarna-warni seperti kue lapis, sangat tidak selaras, kecuali jika jalannya berwarna merah atau pink, intinya bukan warna hitam. Saya curiga cara pandang Anies soal estetika berbeda dengan masyarakat umum.

Ketiga, Anies ternyata orang yang cukup lalai karena mengabaikan keselamatan. Anies sama sekali tidak bisa mendeteksi bahwa dengan mengecat pembatas jalan dengan warna-warni bisa membahayakan pengguna jalan. Artinya, Anies memang orang yang kurang bisa mendeteksi bahaya dari kebijakan yang dibuat.

Setelah mengeluarkan dana dengan niat untuk mempercantik kota, lalu diprotes, akhirnya Anies mengeluarkan biaya lagi untuk mengembalikkan mengecat warna hitam putih pada pembatas jalan. Artinya, ada anggaran yang terbuang percuma. Tidak hanya uang, tapi waktu. Kinerja Anies ternyata tidak berfaidah sama sekali. Jika dari awal Anies tidak bermain-main mengecat pembatas jalan dengan warna hitam putih, tidak akan ada uang yang terbuang percuma.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *