KARO ASIA – KROASIA

Menurut catatan sejarah, suku Karo dari Sumatera Utara pernah diberangkatkan oleh Belanda dengan kapal laut menuju Suriname. Keberangkatan ke Suriname itu merupakan program pemerintah Hindia Belanda untuk mengirimkan TKI ke negara yang termasuk dibawah Kolonial Belanda itu. Sebagaian besar TKI yang dikirimkan berasal dari pulau Jawa.
Setelah diberangkatkan dari Belawan berselang beberapa hari kapal yang membawa TKI dari Karo itu melewati laut Eropa Timur. Namun naas cuaca buruk membuat Kapal itu karam dan tenggelam. Orang-orang Karo yang berada di kapal itu sebagian berusaha menyelamatkan diri ke daratan, sebagian lagi mati tenggelam. Yang sampai ke daratan berusaha bertahan dengan memakan apapun yang hidup di sekitar pantai itu.

Suatu hari lewatlah seorang pelaut Yahudi di pantai itu. Pelaut itu melihat orang-orang Karo itu dan menawarkan diri untuk ikut dengannya. Dia mengatakan tidak jauh dari tempat itu ada perkampungan Yahudi dan mereka bisa sementara waktu tinggal disana. Gayung bersambut, orang-orang Karo itu menyambut tawaran pelaut Yahudi itu.

Setiba di perkampungan itu, orang-orang Karo itu disambut dengan sukacita oleh orang-orang Yahudi disana. Mereka menawarkan makanan dan tempat tinggal. Uniknya mereka saling paham bahasa masing-masing. Bahasa Karo tinggal diakhiri dengan huruf (C) maka jadilah bahasa mereka. Ternyata kesukaan mereka juga sama yaitu sama-sama suka main catur. Catur Karo sangat terkenal di negeri kami, kata orang-orang Karo itu. Orang-orang Karo itu kemudian hidup berdampingan dengan orang-orang Yahudi dan mereka hidup dengan bercocok tanam. Mereka saling mengawini satu sama lain maka beranak cuculah mereka.

Karena daerah itu belum punya nama dan juga sejak kedatangan orang-orang Karo itu pula daerah itu menjadi makmur, maka komunitas Yahudi daerah itu memberi penghormatan kepada mereka dengan memberi nama daerah itu KARO ASIA, yang artinya KARO dari ASIA. Perkataan KARO ASIA jika diucapkan dengan lidah Yahudi maka terdengarlah kata KROASIA.

Kegemaran orang Karo bermain catur pula maka kemudian menginspirasi mereka untuk membuat pola papan catur jadi bendera KROASIA. Bukan hitam putih seperti lazimnya papan catur, orang-orang Karo itu membuat warna catur menjadi merah putih agar mengingatkan mereka tanah kelahiran mereka, Tanah Karo di bumi Nusantara.

KROASIA menjadi besar dan kemudian dikenal ke seluruh penjuru dunia karena menjadi finalis Piala Dunia 2018.

Itulah sejarah KROASIA dan Bendera Catur Merah Putih karangan saya. Semoga tulisan ini tidak dipercaya banyak pihak karena penuh rekayasa penulisnya. Wasalam : Joey Bangun

fb Joey Bangun
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *