JALAN TOL ITU MEMANG BUKAN PUNYA JOKOWI..

“Tol itu bukan punya Jokowi !! Itu punya Sandiaga Uno !”

Begitu seseorang komen di sebuah status yang membahas tentang jalan tol.

Saya jelas ketawa ngakak membaca logika berfikir yang salah seperti itu. Bagaimana bisa Jokowi yang memiliki jalan tol ?? Dia kan Presiden, bukan pemilik perusahaan tol..

Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa pembangunan jalan tol di Indonesia sejak dulu dikerjakan banyak perusahaan swasta.

Kerjasama ini dinamakan konsesi.

Pemerintah punya program dan rancangan, kemudian mencari perusahaan yang mau bangun tol dengan uang perusahaan itu sendiri. Nah, karena si perusahaan sudah keluar duit, dia mencari pengembalian investasi dia dengan mengutip uang jasa di pintu tol.

Konsesi atau kerjasama pemerintah dan perusahaan tol ini biasanya berlangsung 20 sampai 40 tahun. Jika masa kerjasama sudah berakhir, maka jalan tol murni menjadi milik pemerintah.

Anggap ginilah…

Kamu punya tanah tapi gak punya uang untuk bangun usaha. Nah, teman kamu yang punya uang nawarin kerjasama, “Gua yang bangun usaha deh di tanah lu, pake uang gua. Tapi selama 20 tahun boleh dong gua dapat hasil dari usaha di atas tanah elu itu untuk kembaliin investasi gua. Nanti sesudah 20 tahun, tanah dan usaha diatasnya jadi milik elu semua..”

Win win solution..

“Lalu apa hebatnya Jokowi kalau gitu ?? Hahaha… ” Si komen ketawa hebat seperti ketawa orang jahat di sinetron-sinetron.

Yang perlu dia tahu, banyak perusahaan tol itu cuman janji doang mau bangun tol tapi gak dikerja-kerjain. Biasanya perusahaan tol itu menang tender konsesi, tapi surat menangnya itu dia jual lagi ke perusahaan lain. Dia ambil untung aja karena pegang konsesi. Sialnya, perusahaan lain itu juga pengen ambil untung jangka pendek. Dia jual lagi ke perusahaan lainnya..

Aksi saling jual surat konsesi itu, malah bikin pembangunan tol gak jalan-jalan. Kenapa ?? Ternyata karena perusahaan2 itu sejatinya gak punya duit besar untuk bangun tol..

Ini terjadi di jalan tol Bogor – Ciawi – Sukabumi atau Bocimi. Sejak dapat konsesi di tahun 1997, tidak ada aksi bangun jalan tol. Yang ada cuman peletakan batu pertama, trus jual menjual surat konsesi. Tol-pun mangkrak lah…

Jokowi jelas geram, karena tol itu kepentingannya untuk rakyat.

Pada waktu ia memimpin, Jokowi memerintahkan salah satu BUMN, yaitu Waskita, untuk membeli saham perusahaan yang menang konsesi itu. Uangnya darimana ? Ya dari mana mana, termasuk dari hutang juga..

Karena Waskita sudah memiliki mayoritas saham perusahaan pemenang konsesi itu, maka Waskita juga berhak atas tol konsesi itu. Dan karena yang pegang sudah Waskita, maka mereka pula yang bangun tol..

Itulah kenapa pembangunan tol di era Jokowi sangat cepat dan terukur. Karena benar-benar dibangun, bukan cuman jualan surat tok..

Kalau bukan karena Jokowi, tol Sukabumi itu cuman PHP doang..

“Lah kan hutang Jokowi jadi banyak kalau begitu ?? Berapa jalan tol yang diakuisisi Waskita ? Kan banyak..” Sudah agak melemah argumennya.

“Ya kalau tol sudah jadi, Waskita akan jual saham konsesi tol selama 20 sampai 40 tahun itu kepada perusahaan lain. Dengan begitu Waskita bisa kembalikan hutang sekaligus dapat untung karena masih punya sisa saham disana..

Masak gitu aja gak ngerti ??” Tanyaku sambil seruput kopi sesudah terdengar azan untuk berbuka.

Yang tadi komen terdiam, kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya. Ternyata sayap. Ia lalu terbang menghilang di kegelapan malam..

Seekor anak tikus melihat kejadian itu dan bertanya pada ibunya..

“Mak, kok dia mirip kita ya ??”

Si emak menjawab, “Dia emang satu spesies ama kita, nak. Namanya Kampret. Cuman dia ambil jurusan penerbangan…”

Malam semakin gelap dan banyak kampret mulai keluar sarang..

Denny Siregar
www.baboo.id
fb Bus Sinabung Jaya

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *