DIKOTOMI PARTAI ALLAH, PARTAI SETAN, DAN MBAHNYA

Ajinatha – Enakan Mana berada di Partai Setan seperti yang dikatakan Amien Rais tapi berprilaku sebagai mahkluk yang ducintai Dan mencintai Allah, ketimbang berada dalam Partai yang dengan lebel Allah tapi berprilaku laiknya Setan, yang mengumbar Amarah dan mengumpat Setan tidak tentu arah, sehingga terkesan lebih Setan dari Setan sekalipun.

Pernyataan Amien Rais tentang dikotomi Partai Setan Dan Partai Allah, seakan-akan ingin melebeli dirinya sendiri sebagai manusia mahkluk yang sangat dicintai dan disayang Allah, sementara orang-orang yang tidak dia sukai adalah sebagai golongan dari Partai Setan, alangkah vulgarnya ucapan seorang yang sekaliber Tokoh Indonesia, mungkin Kita perlu mengecek ketokohannya “Ketoko Sebelah.”

Lagi-lagi pernyataan Amien Rais mengundang kontroversi, tapi memang kalau tidak kontroversi ucapannya bukanlah Amien Rais namanya. Sebagai seorang Tokoh Muhamamdyah, tentunya ucapan-ucapan kontroversi Amien Rais yang kurang beradab tersebut tidaklah pantas untuk menyandingkannya dengan Muhammadyah, kalau dengan PAN saja mungkin masih pantas.

Entah pemaknaan apa yang ingin disampaikan Amien Rais tentang Partai Setan, apa benar PDIP dan Koalisinya pantas dicap sebagai Partai Setan, bukankah PAN sendiri Juga bagian dari Koalisi Pemerintah, lantas untuk siapa dialamatkan kata-kata Partai Setan tersebut, kalaulah PAN Juga tergolong Partai Setan, terus Amien Rais apanya Setan dong.?

Dikotomi Partai Setan dan Partai Allah itu sebetulnya Amien Rais ingin memposisikan diri dipartai yang sangat dekat dengan Tuhan, sementara Partai lainnya, Partai besar yang dia maksud sebagai Partai Setan adalah Partai anti Tuhan. Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, meminta Amien lebih bijak dan santun dalam bicara, bahkan Ace tidak mengerti dengan apa yang disampaikan Amien Rais tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Amien Rais yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang partai setan dan partai Allah. Dia menyebut PAN, PKS, dan Gerindra ada untuk membela agama Allah. Sementara orang yang anti-Tuhan bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Jelas pernyataan ini adalah sebagai ungkapan bahwa hanya dia dan kelompoknya Ada di jalan yang benar, sementara orang-orang yang tergabung dalam Partai besar adalah orang-orang jalan yang salah.

Seperti yang dikatakan Ace lebih jauh, tentang pernyataan Amien Rais tersebut ;

“Kalau sudah menggunakan kata ‘setan’ itu artinya ingin mengatakan bahwa dirinya paling bersih. Apakah partai-partai yang disebut Pak Amien Rais itu juga bersih? Tidak terlibat korupsi begitu? Janganlah kita mengklaim bahwa diri kita paling suci dengan menyebut diri kita berada dalam partai Allah dan yang lain ‘partai setan’. Penggunaan istilah Allah dan setan itu cenderung berpotensi ke arah politisasi agama dan SARA,” ujar Ace.(detik.com)

Amien Rais tidak bisa mengelak bahwa PAN bukanlah bagian dari Koalisi Gerindra Dan PKS, sampai saat ini PAN masih bagian dari Koalisi Indonesia Baru (KIB), yang nota bene adalah koalisi Pemerintah, kalau Partai yang tergabung dalam Koalisi Pemerintah dianggap sebagai Partai Setan, maka PAN Juga adalah bagian dari Partai Setan, Dan tentunya posisi Amien Rais sendiri sebagai Mbahnya.
sumber: kompasiana
fb: Bus Sinabung Jaya

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *