ORANG YANG TERIAK PENJARAKAN AHOK, KINI DITAHAN KPK

Daniel Setiawan – Kita tahu bahwa pada saat Ahok disidang karena kasus penistaan agama, salah satu sosok yang dengan lantang meneriakkan penjarakan Ahok, adalah Gubernur Jambi Zumi Zola. Dalam orasinya Zumi Zola terlihat begitu membenci Ahok dan seakan-akan dirinya begitu suci. Tanpa noda, tanpa cela.

Teriakan-teriakan penjarakan penista agama, seakan-akan menjadikan dirinya orang yang tak berdosa. Tak pernah melakukan kesalahan. Tak pernah melakukan aib. Dia seakan menjadi teladan bagi masyarakat. Dia ingin memperlihatkan bahwa dirinya adalah seorang yang agamis.

Pernah lihat video dimana Zumi Zola marah-marah di sebuah rumah sakit? Zumi Zola ingin memperlihatkan dirinya sebagai orang yang peduli pada masyarakat. Dia marah-marah sambil berteriak, memukul meja dan Menendang tong sampah karena melihat pelayanan rumah sakit yang tidak becus. Akibat tindakannya tersebut Zumi Zola sempat menjadi buah bibir masyarakat Jambi khususnya.

Zumi Zola adalah kader terbaik dari PAN. Bahkan Sekjen PAN Eddy Soeparno sangat memuji Zumi Zola. Zumi Zola yang sangat dibanggakan oleh PAN tersebut dinilai sebagai seorang kader teladan bagi PAN. Zumi Zola pun menjadi role model di PAN.

“Sebagai tokoh yang punya rekam jejak boleh dibilang cukup berpengalaman. Kami apresiasi ketika Zola lakukan gebrakan khususnya akselerasi ekonom di Jambi, role model di internal PAN,” kata Eddy kepada Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Eddy pun tetap mempercayai integritas dari Zumi Zola dalam memimpin Jambi. Dan tidak percaya dengan pemberitaan media tentang kasus korupsi yang melibatkan Zumi Zola.

Tapi kini kader teladan dari Partai Amanat Nasional tersebut harus ditahan oleh KPK. Zumi Zola harus mengenakan rompi orange khas tahanan KPK.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh KPK, akhirnya hari ini, Senin (09/03/18), KPK melakukan penahanan kepada Zumi Zola untuk masa 20 hari ke depan.

Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Zumi Zola ketika dirinya digiring ketahanan KPK. Bibirnya bungkam. Tak satu pun kata yang diucapkannya ketika dimintai komentar oleh wartawan. Zumi Zola terdiam.

“ZZ ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di kavling C-1,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (09/04/18).

Zumi Zola diduga menerima gratifikasi Rp. 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai “uang ketok palu” kepada anggota DPRD Jambi.

Sekarang kita melihat seorang kader terbaik PAN yang menjadi role model. Yang selalu dibangga-banggakan oleh partainya, akhirnya harus masuk tahanan KPK.

Seorang yang terlihat begitu soleh. Begitu agamis ketika memperkarakan Ahok. Kini justru ditahan oleh KPK. Sepertinya karma itu datang terlalu cepat. Belum menjelang satu tahun, orang yang berteriak penjarakan Ahok, kini dirinya justru harus masuk tahanan.

Tuhan memang tidak tidur. Dia akan membalaskan perbuatan orang-orang yang telah menjual namaNya untuk kepentingan pribadi. Tuhan tidak rela namaNya dijual begitu murah hanya untuk kepentingan seseorang yang tamak dan serakah.

Berteriak-teriak atas nama Tuhan, tapi perbuatan sendiri lebih tercela. Demi kepentingan pribadi menerima sogokan dari sana-sini. Mencitrakan dirinya suci padahal penuh dengan noda. Itu sama saja dengan munafik. Bagus di luar, tapi busuk di dalam. Berpura-pura membela masyarakat kecil, tapi perbuatannya lebih jahat dari rumah sakit yang dia gebrak.

Hari-hari selanjutnya akan menjadi hari-hari yang panjang dan melelahkan bagi seorang Zumi Zola. Dinding-dinding bisu yang dingin dan sepi akan menemani hari-harinya. Tak ada lagi tempat tidur yang mewah, tak ada lagi makanan yang lezat. Semuanya sirna dalam sekejap mata.

Makanya jadi orang jangan sombong. Orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan Tuhan pada waktunya. Tapi orang yang merendahkan dirinya, suatu saat akan ditinggikan oleh Tuhan. Buat apa kita menyombongkan diri kalau kita masih seorang yang lemah. Masih seorang yang tak bisa lepas dari pesona dunia. Bukankah akan malu jika sudah begini?

Orang yang teriak penjarakan dia, sekarang justru menjadi seorang tahanan. Orang yang dulu berteriak-teriak atas nama Tuhan, justru sekarang dihukum Tuhan. Dipermalukan oleh Tuhan di muka umum. Tuhan memang tidak tidur, balasannya lebih dahsyat dari yang kita kira.

Bukan begitu kura-kura?

sumber: seword
fb: Bus Sinabung Jaya

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *