JERITAN PETANI SINABUNG, Pt.SUHANTO SEMBIRING: “HASIL DARI KERJA SATU BULAN, HARI INI SELESAI”

Karo, Sorakaro.com-Letusan abu vulkanik Gunung Sinabung yang cukup dahsyat, Senin (19/2/2018) sekitar Pukul 7.30 hingga pukul 8.56 WIB, mengakibatkan petani Karo di seputaran lingkar Sinabung menjerit. Pasalnya, areal pertanian warga luluh lantak akibat tebalnya erubsi abu vulkanik Gunung Sinabung.

Dampak letusan abu vulkanik yang cukup tebal, merusak berbagai jenis tanaman pertanian di sejumlah kecamatan. Diprediksi akibat letusan erupsi Sinabung, membuat perekonomian warga kolaps. Petani mengalami kerugian besar karena tidak dapat memproduksi secara maksimal. Hasil panen menurun tajam, otomatis mempengaruhi daya beli masyarakat yang juga menurun tajam.

Khususnya di kecamatan Payung dan Tiganderket, Naman Teran dan Simpang Empat serta kecamatan lainnya yang dominan berpenghasilan dari pertanian menjerit dengan terbantainya usaha pertanian dan barang tentu mengganggu pasokan sayur dan buah dari Kabupaten Karo ke Kota umumnya.

Bincang-bincang sorakaro.com dengan sejumlah petani, mengungkapkan, bahwa areal pertaniannya luluh lantak akibat dahsyatnya semburan abu vulkanik Sinabung yang juga disertai batu-batu kerikil.

Petani yang juga warga pengungsi asal desa Berastepu, Pt. Suhanto Sembiring mencoba peruntungannya di desa Payung, kecamatan Payung untuk meniti hidup dengan bertahan menanti selesainya proses Relokasi Mandiri yang tengah berjalan sesuai program dari Pemerintah.

Kerja keras berumur satu bulan lamanya menggantungkan nasib dalam budidaya pertanian jenis cabe, menanam modal yang bukan sedikit jumlahnya, namun, akibat letusan Sinabung yang merupakan semburan Vulkanik terbesar di 2018 ini berkata lain. Dengan berlapang dada, menerima ujian dari Maha Kuasa, tandas Pertua muda GBKP ini.

“Hasil dari kerja satu bulan, hari ini selesai”, tulisnya singkat di akun Fb-nya @suhanto sembiring.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba, ketika dikonfirmasi membenarkan kerusakan pertanian warga akibat tebalnya abu vulkanik Sinabung. Kami belum dapat memastikan kerugian yang dialami petani di sekitar lereng Sinabung maupun yang di luar kawasan itu.

“Belum dapat diprediksi sekarang berapa luas pertanian yang rusak dan berapa kerugian yang dialami petani. Petugas kami sedang di lapangan mendata areal pertanian warga,” ujarnya.

Petani Kabupaten Karo selama ini menjadi pemasok utama sayur dan buah untuk Medan dan wilayah lain di provinsi Sumut. Terganggunya pasokan sayur dan buah asal Karo telah mengakibatkan harga di Medan dan Sumut berfuktuatif, katanya. (MS)
sumber: sorakaro
fb: Bus Sinabung Jaya

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *