JANGAN MAU DIBOHONGI PAKAI ISU BBM NAIK (BEDAKAN BBM SUBSIDI DENGAN NON-SUBSIDI)

Ninanoor-Sudah dua minggu ini dan masih rame aja di media sosial beredar kabar tentang kenaikan Pertamax yang rupanya mau dibikin jadi polemik untuk mengkritik pemerintah. Maunya sih begitu. Sepertinya masih ada yang kurang paham atau salah kaprah tentang perbedaan BBM yang bersubsidi dan non-subsidi. Atau memang sudah tahu tapi sengaja dijadikan isu baru dalam rangka mencari pendukung untuk memojokkan pemerintah? Begitu? Jangan-jangan kehebohan yang marak tentang kenaikan BBM ini juga bagian dari rekayasa sekelompok orang-orang pembuat hoax yang mulai ditangkapi oleh pihak yang berwajib? Bisa jadi.

Yang beredar ke mana-mana adalah sebuah cuitan yang isinya tentang kenaikan BBM. Disebutkan bahwa yang punya akun barusan isi Pertamax, dan Pertamax disebut naik sebesar Rp 300 per litermya, dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900. Nah, yang punya akun juga menambahkan kalau kenaikan ini terkesan diam-diam, dengan kata lain tanpa pengumunan terlebih dahulu, jadi dirasa tidak fair.

Akhirnya anggapan bahwa pemerintah dengan diam-diam menaikkan harga BBM menjadi isu yang mengalir secepat kilat di media sosial. Ada yang paham, tetapi sayangnya banyak yang masih belum paham, bahwa naik turunnya harga Pertamax itu hak prerogatif-nya Pertamina sebagai sebuah perusahaan. Sama saja kalau kita belanja di mini market, harga minyak goreng merk A akan naik turun tiap hari atau tiap minggu tergantung yang punya perusahaan dan yang punya mini market. Demikian kalau disederhanakan. Kenapa? Karena Pertamax termasuk BBM yang non-subsidi.

Saya kira sudah banyak sekali sosialisasi tentang perbedaan BBM Subsidi dan Non-subsidi yang bisa ditemui di berbagai media. Tinggal dicari dan dibaca. Masak hanya mengandalkan satu cuitan di Twitter tanpa cek lagi di tempat lain? Kalau perlu, jika anda lagi mengisi bensin di SPBU terdekat, minta kepala SPBU nya menjelaskan perbedaan BBM Subsidi dan Non-subsidi.

Jenis BBM Premium dan Solar termasuk di dalam kategori BBM Bersubsidi. Harganya diatur oleh pemerintah, karena pemerintah juga menyumbang alias memberikan subsidi ke dalam harga BBM, sehingga harganya bisa lebih rendah dan terjangkau oleh rakyat yang berpenghasilan rendah. Itulah tujuan adanya subsidi di dalam BBM Subsidi, untuk menolong rakyat yang masih memerlukan pertolongan. Dalam Perpres 15 tahun 2012 itu disebutkan siapa-siapa saja yang boleh. Disitu ada 6 kelompok, diantaranya transportasi, rumah tangga, nelayan, usaha mikro, layanan umum, usaha pertanian. Itulah yang boleh.

Bagaimana dengan Pertamax? Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite termasuk dalam kategori BBM Non-Subsidi. Yang naik turun harganya diatur oleh Pertamina dengan memperhitungkan mekanisme pasar. Apakah pemerintah lepas tangan sepenuhnya? Tidak juga, ada formula harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah, karena pemerintah tidak ingin kompetisi antar badan usaha tidak sehat. Dengan demikian, diberikan margin minimal 5 persen dan maksimal 10 persen. Agar kenaikan juga masih wajar (sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150102115613-85-21946/mengenal-istilah-baru-bbm-bersubsidi-pemerintahan-jokowi)

Jadi, tidak pada tempatnya dan tidak tepat sasaran jika ada yang mengeluh pemerintah diam-diam menaikkan BBM karena harga Pertamax naik. Anyway, hanya Rp 300 lho, om. Coba beli bensin Shell deh (bukan iklan), jangan kalah sama yang antri beli bensin di SPBU Shell tuh. Naik terus juga harganya, lebih tinggi daripada Pertamax, ada nggak yang protes? Kalau saya sih paling ngomong aja ke mbak atau mas penjaganya, “waah naik lagi ya harganya..” sekedar basa basi karena sudah paham konsekuensinya yang harus diterima. Sekali lagi bukan iklan ini ya.

Jadi, jangan ikutan salah kaprah tentang BBM naik, jika yang naik adalah Pertamax dan teman-temannya. Wong itu kan harga pasar, seperti tadi contoh harga minyak goreng bermerk di mini market. Biasakan membaca berita. Jangan terperangkap dengan cuitan-cuitan pendek yang kesannya gagah, namun sebenarnya mengarahkan pada polemik yang tidak perlu. Percayalah, pemerintah yang sering diteriaki rezim zalim ini sedang berusaha membangun dan mengejar ketertinggalan kita dibanding dengan negara lainnya. Jadi, ikutlah membangun…

(Sekian)

sumber: seword
fb: Bus Sinabung Jaya

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *