POLDA JATIM PERIKSA 7 SAKSI KASUS LIMBAH MEDIS DAGING MANUSIA

Merdeka.com – Polisi masih mendalami kasus limbah medis berbahaya berupa daging manusia, yang berasal dari limbah rumah sakit di Jatim. Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menduga, limbah medis yang dikelola PT Arah Inviromental Indonesia itu salah dalam pengelolaan.

“Dari sini, polisi terus melakukan penyelidikan. Maka kita terus melakukan pemeriksaan yang rata-rata dari karyawan, jumlahnya tujuh orang saksi,” kata Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rofiq, Kamis (2/11).

Selain itu, penyidik juga akan melakukan gelar perkara secara internal setelah melakukan pemeriksaan saksi, untuk memastikan ada tidaknya unsur perbuatan melawan hukum.

Berdasarkan fakta di lapangan, kata Rofiq, seperti company profile, dan legalitas yang dimiliki terbilang lengkap. Bahkan incinerator juga tergolong sudah baru, dengan 1.300 derajat celcius.

“Dari sini apakah ini sebatas pengelolaan bagian lapangan saja, ataukah dari pihak manajemen ikut bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah juga akan melakukan pemeriksaan dari pihak rumah sakit? Rofiq mengaku dalam UU kesehatan dan rumah sakit, bahwa rumah sakit bisa berdiri, apabila ada perencanaan dari awal sampai akhir pengelolaan limbah sesuai dengan aturan.

“Ini tidak mungkin akan dikeluarkan izinnya jika itu belum terpenuhi. Terutama pengelolaan limbahnya. Sedangkan yang belum memiliki fasilitas itu (pengelolaan limbah), maka RS akan menggandeng pihak ketiga. Sama seperti kasus PT Arah Invironmental Indonesia,” katanya.

Menurut dia, hampir semua rumah sakit yang belum memiliki pengelolaan limbah bekerja sama dengan pihak ketiga. “Semua pihak itu harus terlibat untuk mendukung dalam masalah limbah. Jadi saya harapkan, saat dilakukan pemeriksaan, kooperatif ataupun mau bekerjasama,” ujar perwira dua melati di pundak tesebut.

Perlu diketahui, kasus limbah medis terungkap setelah polisi mengamankan 1,3 ton limbah yang tersimpan dalam truk boks dan pikap.

Sebelumnya warga sekitar perusahaan PT Arah Environmental Indonesia resah dan terganggu dengan bau tidak sedap.

Hal itu kemudian dilaporkan ke polisi, dan ditindaklanjuti dengan dilakukan penyisiran. Polisi menemukan dua truk berisikan limbah medis berbahaya berasal dari rumah sakit, seperti infus, potongan daging manusia yang masih terdapat banyak darah.

Limbah medis itu sendiri berasal dari tujuh rumah sakit yang ada di Jawa Timur. Padahal, limbahnya itu seharusnya dimusnahkan dengan menggunakan incinerator, tidak boleh lebih dari 2×24 jam.

Karena jika melebihi dari jangka waktu yang ditentukan tidak segera dimusnahkan, akan berbahaya mengganggu lingkungan. Tetapi perusahaan pengelola limbah tidak juga dimusnahkan hingga hampir satu minggu.[cob]
sumber: merdeka

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *