INI PENYEBAB PETANI JAGUNG DI KARO MERUGI

KARODAILY, TIGABINANGA – Petani jagung di sejumlah desa di Kabupaten Karo mengalami kerugian. Salah satu penyebabnya tak luput akibat musim kemarau yang melanda sebagian wilayah pasca penanaman saat bulan September hingga Oktober 2016 lalu.

Seperti yang terjadi di Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga. Dalam lahan satu hektar, petani hanya bisa memanen sekitar 4 ton. Artinya, menurun hingga 50 persen dari hasil panen normal.

“Penderitaan petani ditambah dengan terus turunnya harga jagung saat ini,” ujar Ketua Komunitas Petani Jagung Kabupaten Karo Tekad Brahmana didampingi Sekretaris Sapta G Sebayang dan Bendahara Fredy Sebayang di Tigabinanga, Kamis (23/02/2017).

Tekad mengungkapkan, di awal panen Januari harga jagung di pabrik pakan Rp 4.200 per kilogram dengan kadar air 17 persen. Saat ini, pertengahan Februari tinggal Rp. 3.600 per kilogram dengan kadar air 17 persen.

“Diakibatkan kemarau musim tanam kedua umumnya dilakukan bulan Agustus sampai September 2017, sebagian petani terpaksa melakukan penanaman bulan akhir dan awal November 2017,” katanya.

Sekretaris Komunitas Petani Jagung Kabupaten Karo Sapta G Sebayang menambahkan, penanaman di akhir musim sangat beresiko terkena penyakit bulai dan hawar daun.

Saat ini, imbuhnya, tanaman jagung yang sudah berumur 3,5 bulan mulai terlihat gejala terserang rapuh tangkai atau bulai. Petani jagung akan mempercepat panen untuk hindari buah busuk.

Sapta menambahkan, panen muda, berumur lebih kurang empat bulan, akan mengurangi kualitas dan menyebabkan harga sangat murah. Saat ini pengepul jagung membeli jagung yang panen muda Rp 2.700, per kilogram.

“Bulog yang menurut undang-undang melakukan pembelian ketika harga anjlok hingga saat ini belum pernah melakukan pembelian jagung petani. Kami sangat berharap pemerintah melalui Bulog melakukan pembelian di sentra jagung Kabupaten Karo,” pungkasnya. (rel)
sumber: karodaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *