AHOK MINTA KENDALI PINTU AIR DAN POMPA AIR DISERAHKAN KE DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merencanakan akan meminta seluruh pintu air dan pompa air yang ada di Jakarta dapat dikendalikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Karena, selama ini, sebagian pompa air dan pintu air dikendalikan oleh Badan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kita lagi bilang ke BBWSCC, tolong pintu air dan dan pompa semuanya, kami kendalikan saja,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (22/2).

Alasannya mengajukan permintaan seperti itu, karena kawasan Cawang, Jakarta Timur yang sempat terendam banjir diakibatkan keterlambatan pembukaan pintu air.

“Nah itu di Cawang juga ada terlambat buka. Kemarin dia lupa buka, Cawang kena. Kan ada beberapa lokasi yang sudah tidak banjir terus kena. Ini masalah pintu. Karena sebagian ada di BBWSCC dab sebagian di kami. Nah sekarang semua di kami saja. Jadi ada CCTV, semua dikontrol dengan baik,” terangnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan tidak merasa kecolongan dengan terjadinya banjir di 54 titik. Karena memang, hujan yang melanda Kota Jakarta beberapa hari ini memang debit airnya sangat besar.

“Enggak (kecolongan). Memang hujan kemarin debitnya besar. Memang kalau dibandingkan dengan dulu, kemarin jauh lebih besar karena La Nina kan,” tuturnya.

Mengenai banjir yang terjadi di kawasan Sunter dan Cipinang Muara, Ahok mengungkapkan hal itu diakibatkan adanya tanggul Kali Sunter yang jebol. Karena tidak mampu menahan arus deras air yang dikirim dari hulu.

“Yang di Sunter itu ada tembok yang jebol. Ada kasus-kasus kayak kemarin, kan ada yang di Bekasi Jebol. Kalau ada kasus yang jebol, itu sesuatu ynag memang kita lagi perbaiki,” jelasnya.
sumber: beritasatu

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *