TAK PERLU KE JEPANG, SELOKAN JERNIH PELIHARA NILA & KOI ADA DI KLATEN

Solopos.com, KLATEN — Beberapa tahun lalu jejaring media sosial diramaikan dengan postingan foto-foto jernihnya selokan atau saluran air di Jepang. Saking jernihnya saluran itu di Jepang itu digunakan untuk memelihara aneka ikan termasuk koi.

Ternyata tak perlu ke Jepang untuk mendapati selokan jernih. Di Klaten tepatnya di RT 001/RW 005, Samberan, Pluneng, Kebonarum, Klaten juga terdapat selokan air bersih dan bening. Selokan jernih itu juga digunakan untuk memelihara aneka jenis ikan.

Ada ikan koi, patin, gurami, nila hitam, nila merah. Selokan berpenghuni ikan-ikan berukuran besar itu dibuat oleh Joko Sucipto, 76, pensiunan pegawai salah satu bank swasta di Klaten. Selokan jernih itu ada di depan rumahnya.

Usahanya menyulap selokan di Pluneng agar tetap jernih dan menarik dipandang itu membuahkan hasil dalam dua hingga tahun terakhir. Berawal dari getok tular warga, kali di depan rumahnya yang disulap layaknya sungai di negara maju itu mampu menyedot perhatian warga di Kebonarum dan sekitarnya.

Hampir setiap hari, kali di depan rumahnya selalu kedatangan “tamu tak diundang”. Para pegunjung itu sekadar melihat kejernihan air dan “lenggak-lenggok” berbagai ikan berukuran besar yang ada di kali di depan rumah Joko. Agar saluran air depan rumahnya tetap bersih dan jernih, Joko selalu membersihkan sampah setiap waktu, baik sampah organik atau pun nonorganik.

Saluran air yang disulap menjadi kolam ikan itu juga menambah asri suasana rumah Joko Sucipto. “Ikan-ikan saya itu tidak dikasih pelet. Ikan-ikan saya ini termasuk ikan organik karena hanya makanannya, seperti sisa nasi yang tidak termakan, sayuran, sisa roti, dan makanan alam yang ada di selokan. Makanya, ikan saya rasa enak [terutama ikan nila]. Beberapa tahun lalu, pernah didatangi sejumlah perwira TNI malam-malam. Tak pikir ada apa, ternyata perwira itu ingin membeli ikan saya,” kata Joko.

Salah satu pengunjung asal Gondang Kecamatan Jogonalan, Wahyudi, 30, mengaku sering mengajak anaknya, Niko, 3, melihat ikan milik Joko Sucipto. Wahyudi rela menempuh jarak dua kilometer dari rumahnya agar Niko dapat melihat aneka ikan di depan rumah Joko Sucipto.

“Ikan di sini memang besar-besar. Kalau anak saya sedang rewel [menangis], biasanya saya ajak ke sini. Warnanya kan juga macam-macam, ada yang merah, kuning, hitam. Jadi, menarik bagi anak-anak,” katanya.
sumber: solopos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Berita Pilihan, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *