SUARA PENDUKUNG AGUS-SYLVI TAK MUNGKIN KE AHOK-DJAROT?

Setelah pasangan calon nomor urut satu, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, menyatakan kekalahan mereka, banyak kalangan awam memprediksi suara pasangan tersebut akan otomatis mengalir ke pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Apabila digabung, suara kedua pasangan calon tersebut dalam berbagai hasil hitung cepat pada putaran pertama mencapai sekitar 56%.

Prediksi penggabungan suara ini terutama didasari sentimen agama selama beberapa bulan terakhir. Dalam berbagai aksi organisasi massa keagamaan, seruan memilih pemimpin Muslim terus disuarakan.

Akan tetapi, Direktur Eksekutif lembaga survei Indikator, Burhanudin Muhtadi, mengatakan kenyataannya tidak akan sesederhana itu.

“Sepertinya, seolah-olah, Anies akan mendapat limpahan suara dari sekitar 17% pemilih Agus-Sylvi. Tapi ingat, dua bulan ke depan itu masih lama. Tiap hari bagi calon dan kubu adalah hari yang menentukan dan perubahan itu pasti terjadi,” kata Burhanudin.

Anies-Sandi, lanjutnya, tidak bisa terlena dan menganggap suara Agus-Sylvi akan dengan sendirinya menyeberang ke Anies-Sandi. Apalagi, menurut Burhanudin, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat masih punya peluang untuk unggul.

“Kalau kemudian dua bulan ke depan Ahok mampu mengatasi imbas elektoral akibat ucapannya soal Surat Al Maidah 51, bukan tidak mungkin Ahok muncul sebagai pemenang. Saya tidak mau buru-buru menahbiskan seolah-olah putaran kedua seiring dengan perolehan suara Ahok yang cuma 43%. Anything can happen (semuanya masih bisa terjadi),” ujarnya.

Hasil hitung cepat

Dalam berbagai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara pasangan Agus-Sylvi berkisar antara 16% hingga 19%.

Dalam hitung cepat lembaga Indikator, misalnya, pasangan Agus-Sylvi meraih 17,28%. Adapun hitung cepat Litbang Kompas menempatkan pasangan tersebut pada posisi ketiga dengan perolehan 17,37%.

Berdasarkan rangkaian hasil tersebut, pasangan Agus-Sylvi menggelar jumpa pers di Wisma Proklamasi, basis tim pemenangan mereka, sekitar delapan jam setelah seluruh tempat pemungutan suara ditutup.

“Secara ksatria dan lapang dada, saya menerima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan nomor dua bapak Basuki dan bapak Djarot kemudian pasangan nomor tiga bapak Anies dan bapak Sandi,” ujarnya.

Strategi putaran kedua

Setelah pasangan Agus-Sylvi menyatakan kekalahan mereka, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum merinci strategi apa yang hendak ditempuh untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot pada putaran kedua.

Hanya saja, saat berpidato di Rumah Lembang, yang merupakan basis tim pemenangannya, Ahok merujuk hasil jajak pendapat sebuah lembaga survei yang menyebutkan elektabilitasnya hanya 10%. Namun, hitung cepat lembagai survei itu kini menempatkan Ahok-Djarot unggul dari dua pasangan calon lainnya.

Artinya, menurut Ahok, “perjuangan belum selesai”.

Di lain pihak, Muhammad Taufik selaku Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi gambaran umum strategi kubunya.

“Komunikasi politik dengan seluruh unsur tokoh masyarakat, dengan pimpinan partai yang lain, terus akan kami lakukan,” kata Taufik, yang juga wakil ketua DPRD DKI Jakarta.

Sampai saat ini, KPU DKI jakarta masih menghitung dan merekapitulasi suara. Jika KPUD menetapkan pemilihan gubernur DKI Jakarta berlangsung dua putaran, pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung pada 19 April 2017 mendatang.
sumber: bbc

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

3 Responses to SUARA PENDUKUNG AGUS-SYLVI TAK MUNGKIN KE AHOK-DJAROT?

  1. Pingback: VPS Hosting from $19.99

  2. Pingback: 1st dumps shop

  3. Pingback: Replica rolex discounted watches

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *