AHOK-DJAROT MASUK PUTARAN KEDUA, LEBIH MUDAH RANGKUL DEMOKRAT

Kwee Minglie-Hasil quick Count menunjukan bahwa Ahok walaupun menang, tetap harus ikuti putaran kedua melawan pasangan Anies – Sandiago untuk meraih kursi DKI-1/DKI-2. Menurut perkiraan Ahok-Jarot akan mendekati PKB dan PAN dianggap kedua partai ini sudah berkualisi dengan pemerintah, tentu akan jauh lebih mudah. Ada betulnya perkiraan ini, namun jika ditinjau dari perkembangan politik saat ini, sesungguhnya Partai Demokrat lebih memiliki kemudahan dikarenakan partai Demokrat :

1. Sudah berkembang Kuat seolah-olah SBY sedang dikerjai oleh kekuasaan untuk memojokan dirinya.
2. Issiu Bank Century dan Hambalang. Yang setidaknya membuat SBY tidak bisa tinggal tenang.
3. Kasus Ibas, terus menerus dijadikan bulan-bulanan issiu berkaitan dengan akan diperiksa oleh KPK
4. Kemudian diadukannnya oleh Antasari atas kasus dikriminalisasinya dirinya sampai harus mendekam dipenjara. Kemudian diungkitnya keterlibatan SBY dan Hary Tanoe, membuat beban pikiran bertambah.
5. Anas, yang didalam jeruji besi mulai berkoar-koar atas boss nya SBY, setidaknya berbagai penjuru lagi mau menyergapnya.

Hanya karena kelima alasan ini saja, sudah membuat SBY cukup galau hingga membuat statment yang menuduh ada restu penguasa untuk menjatuhkan nama baiknya. Nampaknya SBY dengan partai Demokratnya sedang dilanda malapetaka ini ingin mengadakan perlawanan, namun nampaknya peluang sangat sempit dan kecil kemungkinan bisa lepas dari permasalahan diatas. Menjadi lebih berat karena untuk bangkit melalui Agus, hasilnya nihil dikarenakan kalah telak dari kedua calon Ahok-Jarot dan Anies – Sandiago. Posisi yang begitu lemah, akan menjadikan dirinya lebih mudah barganing untuk keluar dari tekanan-tekanan yang bertubi-tub. Posisi SBY dan Demokrat saat ini jika makin kuat melawan akan makin jatuh lebih sakit. Jalan terbaik adalah win-win solution. Dalam dunia politik sangat lazim, hari ini musuh besok bisa lawan dan sebaliknya, semua tergantung kepentingan.

Anies-Sandiago, nampaknya harus menggos-menggos, untuk merangkul partai pendukung Anies, karena tidak memiliki peluru untuk bisa diajak negosiasi, karena sama sekali tidak bisa menyelesaikan masalah yag dihadapi SBY dan Demokrat saat sekarang. Hampir mustahil Demokrat akan mendekati mereka, jika ditinjau dari segi kepentingan, karena penguasa tidak akan begitu mudah terancam hanya oleh seorang gubernur DKI.

Nah, sedikit analisa dari orang awam yang hanya mengikuti perkembangan politik di Indonesia selama ini dan sudah berjalan puluhan tahun hampir tidak ada bedanya. Pemerintah Jokowi hanya bekerja diatas rel, sedangkan Ahok adalah yang bisa membaca keinginannya. Siapapun yang akan berjalan diluar rel pasti akan mengalami kecelakaan, setidaknya ikut berjalan dalam gerbong dan tidak macam-macam akan lebih selamat daripada menjatuhkan diri diluar rel.

Siapa yang akan mulai mempertemukan keduanya, tidak penting, karena isyarat sedikit saja pasti akan disambut dengan baik. Kita lihat perkembangan kedepan bagaimana jadinya. Yang pasti jika tidak sejalan, maka suasana akan lebih keruh. Ini adalah masalah politik, bukan lagi bicara gengsi-gengsian.
sumber : kompasiana

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to AHOK-DJAROT MASUK PUTARAN KEDUA, LEBIH MUDAH RANGKUL DEMOKRAT

  1. Pingback: Alrasheed University College |rasheed|alrasheed college

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *