KECELAKAAN DI JL SIANTAR-PARAPAT TEWASKAN 3 ORANG KELUARGA SAGALA

Kecelakaan beruntun di Jalan Pematangsiantar-Parapat, tepatnya di Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sabtu (28/1) siang, merenggut tiga nyawa dari Keluarga Sagala. Ketiga korban meninggal dunia saat mengendarai sepeda motor.

Korban tewas itu yakni Fernando Sagala (43) dan istrinya, Sondang Berliana boru Butar-butar (43) serta anaknya, Yessica Cristina Sagala (9). Korban adalah warga Jl Melanton Siregar, Gg. Pede, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematang Siantar.

“Suami meninggal di tempat dengan kondisi luka pada bagian kepala, sedangkan istrinya meninggal dalam perjalana menuju rumah sakit. Sementara anaknya meninggal sehari kemudian setelah sempat menjalani perawatan di RSVI,” kata Kanit Laka Polres Simalungun, Iptu J. Silalahi saat dikonfirmasi batakgaul.com, Senin (30/1) siang.

Silalahi mengatakan, luka yang dialami istri dan anak korban secara kasat mata tidak terlalu serius. “Hanya luka lecet. Jadi kita duga kedua korban ini mengalami luka dalam,” ujarnya.

Informasi dari kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Avanza BK 1277 UZ datang dari arah Parapat menuju Siantar dengan kecepatan tinggi. Saat berada di lokasi, mobil tersebut berupaya mendahului mobil yang ada di depannya dengan menggunakan lajur kanan.

Namun waktu yang bersamaan, korban yang mengendarai sepeda motor honda Vario BK 3080 ACI datang dari arah berlawanan hingga kecelakaan tak dapat terelak. Korban langsung terpental ke aspal, bahkan Avanza tersebut juga menabrak mobil lainnya, Toyota Rush BK 1955 ZI yang ada di belakang sepeda motor hingga Avanza itu terbalik.

Pengendara Avanza kabur dan hingga kini masih dalam pencarian petugas kepolisian. Sedangkan pengendara Toyota Rush, Sito Prayogi Saputra (33), warga Desa Siahap, Dusun II, Kecamatan Kotarih, Kab Serdang Bedagai tidak mengalami luka.

Petugas kepolisian yang turun ke lokasi langsung mengevakuasi kedua korban yang meninggal di tempat ke RS Djasamen Saragih guna keperluan visum. Sementara putri korban yang kritis sempat dilarikan ke Puskesmas Tiga Dolok, sebelum kemudian dirujuk ke RSVI.

Namun nyawa Yessica Cristina tidak dapat diselamatkan. Dia meninggal satu hari kemudian atau pada Minggu (29/1) sekira pukul 04.00 pagi.

Jasad ke tiga korban dikebumikan dalam satu liang di kampung Fernando Sagala, di Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Minggu (29/1) sore. Yessica merupakan siswi kelas 3 SD RK Cinta Rakyat 2, Jalan Sibolga, Kota Siantar.

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, keluarga korban tidak mampu menahan isak tangis. Bahkan beberapa keluarga korban terlihat menjerit histeris menyaksikan ketiga jasad korban di dalam peti.

Dari keterangan Iptu J Silalahi, kepolisian sudah mengetahui identitas dan alamat pemilik mobil Avanza.

“Alamat dan identitas pemilik mobil sudah kita ketahui, saat kita berada di Medan untuk berkordinasi dengan Samsat. Mohon doanya agar pengendara avanza tersebut segera kita amankan,” ujar Silalahi.
sumber: batakgaul

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *