RESPONS NETIZEN TERHADAP DEBAT PILKADA DKI

TEMPO.CO, Jakarta – Debat calon Gubernur dan Wakil Gubuernur DKI Jakarta pada Jumat malam, 13 Januari 2017, mendorong munculnya berbagai poling, termasuk Tempo.co. Poling melalui Twitter Tempo.co saat debat tiga pasangan berlangsung terhimpun sekitar 10 ribu voters. Pertanyaan yang diajukan kepada publik yaitu “Dari tiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, siapa yang tampil paling baik dalam debat malam ini?”

Hasilnya, pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dengan nomor urut 1 mendapat 10 persen, kemudian pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dengan nomor urut 2 mendulang 44 persen dan pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) memperoleh 46 persen.

Lembaga lain yang melakukan poling, yaitu PoliticaWave dengan cara mengamati percakapan netizen. Terdapat tagar dukungan yang diviralkan netizen di media sosial Twitter dan kerap masuk Trending Topic Indonesia di antaranya BadjaTerbukti, #AniesSandiJuaraDebat dan #DebatAgusPalingKeren.

Berdasarkan pantauan PoliticaWave, pasangan kandidat yang paling banyak dipercakapkan netizen yaitu Ahok-Djarot sebesar 23.441 percakapan, kemudian Anies-Sandi sebesar 17.175 percakapan dan Agus-Sylvi sebesar 4.112 percakapan.

Berdasarkan percakapan netizen pada segmen pertama, pasangan calon yang unggul yaitu Ahok-Djarot dengan persentase percakapan 47 persen. Persentase percakapan positif sebanyak 50 persen dan negatif 50 persen. Banyak pula netizen merespons positif Ahok karena mengedepankan data dalam pemaparan visi-misinya.

Urutan berikutnya pasangan Anies-Sandi dengan persentase percakapan 38 persen. Netizen yang menganggap positif pasangan calon ini mencapai 72 persen dan negatif 28 persen. Respons positif itu salah satunya soal gaya penyampaian Anies yang dinilai lebih santai. Sedangkan pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan 15 persen dengan persentase positif 56 persen dan negatif 44 persen.

Pada segmen kedua, pasangan calon yang unggul masih Ahok-Djarot. Persentase percakapan sebanyak 47 persen dan persentase positifnya sebanyak 40 persen dan negatifnya 60 persen. Respons positif itu menyangkut program reformasi bersih di pemerintahan DKI. Percakapan negatifnya Ahok dinilai kerap berganti partai.

Berikutnya pasangan Anies-Sandi meraih persentase percakapan 37 persen dengan persentase positif 56 persen dan negatif 44 persen. Banyak netizen yang memberi dukungan terhadap Anies-Sandi melalui tagar #SalamBersama. Pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan sebanyak 16 persen dengan persentase positif 66 persen dan negatif 34 persen.

Netizen mulai merespons positif gaya Agus yang lugas dalam menyampai argumentasi. Respons negatif terhadap anak Susilo Bambang Yudhoyono ini berupa sindiran terhadap gaya bicara Agus yang dinilai seperti membaca teks.

Pada segmen ketiga, pasangan calon yang unggul tetap Ahok-Djarot dengan meraih persentase percakapan 54 persen, persentase percakapan positif 52 persen dan negatif 48 persen. Netizen memposting tagar dukungan untuk Ahok-Djarot yaitu #YangLainPHP.

Pasangan Anies-Sandi meraih persentase percakapan 35 persen dengan persentase positif 65 persen dan negatif 35 persen pada segmen ketiga ini. Netizen merespons positif tekad Anies untuk menghentikan proyek reklamasi.

Pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan 11 persen dengan persentase positif 66 persen dan negatif 34 persen. Hal tersebut dipicu oleh dukungan netizen terhadap pernyataan Ahok bahwa program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang ditawarkan Agus dinilai tidak mendidik.

Pada segmen keempat, pasangan calon yang unggul yaitu Ahok-Djarot meraih persentase percakapan 63 persen. Persentase percakapan positif Ahok-Djarot 46 persen dan negatif 54 persen. Percakapan negatif dipicu oleh isu mengenai janji pembangunan Kampung Deret yang belum dipenuhi.

Pasangan Anies-Sandi meraih persentase percakapan 30 persen persentase positif 55 persen dan negatif 45 persen. Netizen yang merespons positif rencana Anies dalam mengembangkan transpormasi massal di DKI Jakarta.

Pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan 7 persen dengan persentase positif 58 persen dan negatif s42 persen. Netizen merespons positif gaya debat Agus yang dinilai mengejutkan dan penuh percaya diri. Adapun respons negatifnya terkait dengan penyampaian Agus-Sylvi yang tidak berorientasi pada solusi.

Pada segmen kelima, pasangan calon yang unggul masih Ahok-Djarot dengan persentase percakapan 50 persen dan persentase percakapan positif 45 persen, negatif 55 persen. Adapun pasangan Anies-Sandi meraih persentase percakapan 43 persen dengan persentase positif 33 persen dan negatif 77 persen. Netizen menilai Anies lebih pantas menjadi dosen karena kerap menyinggung pendidikan dan filosofi kehidupan dalam berargumen.

Pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan 7 persen dengan persentase positif 58 persen dan negatif 42 persen. Netizen merespons positif program Agus yang tidak melakukan penggusuran dalam menata pemukiman.

Pada segmen keenam, pasangan calon yang unggul tetap Ahok-Djarot dengan persentase percakapan 52 persen, persentase percakapan positif 50 persen dan negatif 50 persen. Banyak netizen mendukung pernyataan Ahok bahwa menjadi gubernur bukan dengan mengandalkan retorika.

Pasangan Anies-Sandi mendapat persentase percakapan 43 persen dengan persentase positif 12 persen dan negatif 88 persen. Netizen menyinggung kinerja Anies saat menjabat Menteri Pendidikan. Pasangan Agus-Sylvi meraih jumlah percakapan 5 persen dengan persentase positif 49 persen dan negatif 51 persen. Netizen merespons negatif penyampaian Agus-Sylvi yang dinilai kerap tidak relevan dengan pertanyaan lawan debat.ELIK S
sumber: tempo

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to RESPONS NETIZEN TERHADAP DEBAT PILKADA DKI

  1. Pingback: homeofuniques.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *