IUS PANE TAMPAK TENANG SAAT POLISI PUTAR CCTV PERAMPOKAN PULOMAS

Jakarta – Polisi memutar CCTV yang menunjukkan detik-detik saat Ridwan Sitorus alias Ius Pane cs merampok di rumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. Selama CCTV tersebut diputar, Ius tampak diam dengan tenang.

Rekaman CCTV tersebut diputar Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/) sore tadi. Ius juga ‘dipajang’ dalam jumpa pers tersebut.

“Ini mobil tersangka yang datang, Ertiga warna putih. Tersangka Ius Pane turun pakai topi. Ini kamu yang turun, betul?” kata Iriawan, yang disambut anggukan Ius.

Dalam rekaman tersebut, Ius terlihat membuka pintu pagar rumah korban, yang saat itu dalam keadaan tidak terkunci gembok. Ius pulalah yang lebih dahulu masuk ke rumah korban.

“Tak ada kunci yang menggantung?” tanya Iriawan lagi, yang kemudian dijawab “tidak ada” oleh Ius. Ius pun mengungkapkan, ia dan tiga tersangka lainnya tidak akan masuk ke rumah korban seandainya pintu pagar terkunci rapat.

Iriawan kemudian menunjukkan rekaman CCTV di bagian dapur rumah korban yang tersambung ke garasi mobil. Di situ, Ius Pane dan Ramlan Butarbutar serta Erwin Situmorang memanggil Yanto, sopir korban, yang juga tewas dalam kejadian itu.

“Selanjutnya Ramlan keluar dari mobil, langsung masuk. Pane udah di dalam, lalu Erwin menyusul. Perampokan 16 menit, dari jam 14.26-14.42 WIB selesai,” lanjut Iriawan sambil terus memutar CCTV.

Selama jumpa pers itu, Ius tidak menunjukkan rasa penyesalannya. Ia bahkan tidak memalingkan wajahnya ketika dirinya menyaksikan rekaman CCTV saat ia menyeret korban Diona Andra Putri (16), putri sulung Dodi dari mantan istri keduanya.

Begitu pula ketika Iriawan memperlihatkan rekaman CCTV di lorong kamar di lantai 2 rumah korban. Ius tampak tenang menyimak rekaman CCTV tersebut sambil menjawab pertanyaan Iriawan.

“Pane, kamu narik (pembantu bernama Santi) kan?” tanya Kapolda dan dijawab “iya” oleh Ius.

“Lalu memanggil dua korban lagi, yakni pembantunya. Terus dikumpulkan, lalu dibawa ke WC kecil, betul Pane?” tanya Kapolda lagi dan Ius kembali membenarkan.

“Pane naik lagi ke atas. Kamu mau ke mana?” Iriawan bertanya kepada Ius.

“Ke kamar,” Ius menjawab dengan datar.

“Ngapain?” tanya Iriawan lagi.

“Cari orang dulu, Pak,” jawab Ius masih dengan wajah datar.

“Diona diseret dan dipukul berkali-kali jam 14.36 WIB. Apa teriakannya?” kata Iriawan.

“Tolong Pak, tolong Pak,” jawab Ius.

“Abis dipukul berhenti (berteriak)?” Iriawan bertanya lagi.

“Iya Pak, nurut,” ucap Ius.(mei/dnu)
sumber: detik

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *