KECELAKAAN DI DAIRI, SUMUT TEWASKAN 9 ORANG

[DAIRI] Sembilan orang tewas dalam kecelakaan tunggal di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), Senin (2/1) malam. Korban tewas setelah mobil pribadi BK 1568 KM yang ditumpangi masuk kolam dalam keadaan terbalik dengan kedalaman sekitar 5 meter.
Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin menyebutkan, sembilan korban tewas adalah Joya Banjarnahor (9 bulan) dan Ardino Banjarnahor (13). Selain itu, Renuenti Banjarnahor (12), Pranata Banjarnahor (4), Pani Banjarnahr (5). Purida boru Turnip (30), Endang (35) serta Lamsir Banjarnahor (32) pengemudi.
“Penyebab kecelakaan tunggal ini masih dalam penyelidikan. Saat kejadian, hujan turun dan kondisi jalan licin. Mobil dalam posisi terbalik di dalam kolam,” katanya.
Menurutnya, ada sebanyak 12 orang penumpang di dalam mobil pribadi tersebut. Tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan selamat.
“Ketiga korban selamat adalah Elprida Tamba (ibu pengemudi), Herlina Banjarnahor serta Dosma Banjarnahor. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Sidikalang,” jelasnya.
Salah seorang korban selamat, Herlina Banjarnaor (18) menceritakan, dia bersama keluarganya (korban tewas) berangkat dari Bakara. “Kami semua mau bertahun baru ke rumah Tulang (paman) yang tinggal di Desa Tualang, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi. Kami berangkat pagi hari,” jelasnya.
Menurutnya, tiba di Desa Tanjung Beringin, hujan turun sangat lebat. Sementara itu, pembatas jalan sebelah kiri pun sudah tidak terlihat akibat digenangi air. “Mobil terperosok dan langsung terbalik ke dalam kolam tersebut. Kejadiannya spontan begitu saja,” sebutnya.

Jambi

Dari Jambi dilaporkan, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) masih cukup tinggi selama 2016. Sekitar 346 orang meninggal dunia, 285 orang luka berat dan 1.488 orang luka ringan dari 784 kasus lalalantas, dengan kerugian Rp 5,9 miliar.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani mengatakan, bila dibandingkan tahun 2015, jumlah korban dan kerugian akibat lakalantas di Jambi menurun.

Kasus lakalantas di Jambi tahun 2015 mencapai 843 kasus, sedangkan tahun lalu sekitar 784 kasus. Kemudian korban jiwa akibat lakalantas di Jambi tahun 2015 sekitar 373 orang, luka berat 283, luka ringan sekitar 1.059 orang dan kerugian materi mencapai Rp 6 miliar.

“Sesuai hasil evaliasi kita, masih tingginya kasus lakalantas di Jambi disebabkan masih rendahnya disiplin berlalu lintas. Misalnya rendahnya kesadaran pengendara sepeda motor menggunakan helm, ngebut di jalan raya dan banyak pengendara belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). ,” kata Yazid Fanani kepada wartawan di Jambi, Senin.

Untuk menekan kasus lakalantas sekaligus mengurangi korban maupun kerugian akibat lakalantas, Polda Jambi selama tahun 2016 meningkatkan frekuensi razia lalu lintas. Kemudian penyuluhan mengenai keselamatan berlalu lintas juga sering dilakukan, termasuk ke sekolah-sekolah. [141/155]
sumber: sp.beritasatu

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *