PEMBUNUHAN SADIS PULOMAS: DISEKAP, KEHABISAN OKSIGEN DAN TEWAS TERTUMPUK

Jakarta – Enam orang tewas kehabisan oksigen akibat disekap di kamar mandi di rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur. Lima orang lainnya selamat dan terluka. Pembunuhan sadis ini menyisakan tanda tanya besar.

Pembunuhan sadis ini terungkap oleh salah satu saksi, Lutfi (28), pada Selasa 27 Desember 2016. “Saya dobrak pintu, pas saya lihat sudah tertumpuk semuanya, di ruangan yang cuma berapa meter ukurannya di kamar mandi pembantu di lantai 1,” cerita Lutfi yang merupakan sekuriti di rumah Dodi Triono, pemilik rumah yang ditemukan tewas bersama 5 orang lainnya tersebut.

Lutfi melihat ada darah di dada sebelah kanan Dodi. Sementara yang lainnya tampak ada luka kulit yang terkelupas di tangan dengan wajah yang kebiruan.

Selain Dodi, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel (teman anak korban), Yanto (sopir) dan Tasrok (40) (sopir) ditemukan tidak bernyawa. Sedangkan Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22) alamat Lengkong, Sukabumi (pembantu), Fitriani (23) alamat Kebumen, dan Windy (23) alamat Banjarnegara selamat dan mengalami luka.

“Para korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono Raden Prabowo.

Polisi masih menelusuri motif pembunuhan sadis ini. Belum diketahui adanya barang-barang berharga milik korban yang hilang. Polisi juga akan mengecek rekaman CCTV di rumah itu.

Berikut 7 kisahnya:

Sebelas korban disekap di dalam kamar mandi. Kamar mandi itu berukuran 1,5 meter X 1,5 meter persegi.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan mayat tersebut ditemukan diduga setelah disekap sejak Senin (26/12/2016) sore.

“Di dalam ada 6 korban tewas, 5 orang menjalani perawatan dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar M Iriawan di lokasi kejadian, Selasa (27/12/2016).

Lalu, kamar mandi tersebut dikunci dari luar.

Enam orang sekeluarga di Pulomas Utara, Jakarta Timur, tewas dibunuh perampok. Mereka mengembuskan nafas terakhir setelah disekap di kamar mandi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan pembunuhan terjadi pada Senin (26/12) dini hari.

Empat korban yang masih merupakan satu keluarga, dan dua sopir, ditemukan tewas di dalam sebuah kamar mandi.

“Para korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono Raden Prabowo dalam keterangannya, Selasa (27/12/2016).

Namun, penyebab kematian para korban masih menunggu hasil autopsi

Penyebab kematian para korban masih menunggu hasil autopsi.

“Untuk penyebab kematiannya harus menunggu hasil autopsi terlebih dahulu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di lokasi, Selasa (27/12/2016).

Argo juga belum memastikan, apakah para korban mengalami luka kekerasan akibat benda tajam atau benda tumpul.

“Belum, masih harus diautopsi dulu,” imbuh Argo.

Korban yang ditemukan tewas mengalami luka tusuk. Kondisinya sangat menggenaskan.

“Sebelas orang korban semua ditumpuk di kamar mandi. Tengkurap yang hidup sama yang meninggal,” kata saksi mata Ketua RW 16, Gani, saat ditemui di lokasi, Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Menurut Gani, 6 orang yang tewas semuanya mengalami luka tusuk. Dia juga menceritakan bagaimana anak Dodi, Viona, ada dalam keadaan telanjang dan berdarah-darah.

“Yang meninggal 6, lukanya tusukan semua. Saya langsung lemas. Saya lihat anaknya perempuan, Viona, ada darah semua, ditelanjangin,” tutur Gani.

Menurut Gani, dia kesulitan saat harus mendobrak kamar mandi tersebut. “(Seluruh korban) ditumpuk di kamar mandi, airnya dihidupkan, dibongkar, pintu itu dikunci. Saya (buka) pakai linggis nggak bisa pintunya tebal sekali, saya pake godam. Engsel diputusin,” tutur Gani.

Pembunuhan sadis ini menewaskan 6 orang dan 5 orang lainnya selamat.

6 Orang Tewas yaitu:

1. Dodi Triono (59)
2. Diona Arika Andra Putri (16)
3. Dianita Gemma Dzalfayla (9)
4. Amel (teman anak korban)
5. Yanto (sopir)
6. Tasrok (40) (sopir)

5 korban luka terdiri atas:
1. Emi (41)
2. Zanette Kalila Azaria (13)
3. Santi (22) alamat Lengkong, Sukabumi (pembantu)
4. Fitriani (23) alamat Kebumen
5. Windy (23) alamat Banjarnegara

Korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyebut pemilik rumah itu adalah seorang pengusaha.

“Hasil keterangan sementara, dia seorang pengusaha arsitektur,” kata Iriawan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Ketua RW 16, Gani, menambahkan Dodi yang berprofesi sebagai arsitek dan dikenal kaya raya.

“Pak Dodi (korban tewas) itu Ketua RT 12 RW 16. RT saya, dia,” kata Gani.

Gani mengatakan Dodi merupakan ketua RT terkaya se-Jakarta Timur. Dodi juga sering bepergian ke luar negeri. “Kalau saya bilang, dia ini RT paling kaya se-Jakarta Timur. Punya Lamborghini 3. Saya ketemu Pak Dodi cuma hari Sabtu. Sehari-hari ke luar negeri, ke Jepang, Hong Kong,” kata Gani.

Polisi belum mengetahui barang-barang pemilik rumah yang hilang setelah pembunuhan sadis itu. Pelaku disebut meminta uang kepada Ir Dodi.

“Belum kita temukan (barang apa yang hilang), kita akan telusuri,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Jl Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Polisi saat ini tengah melakukan olah TKP dan penyelidikan. Sejumlah saksi diperiksa terkait dengan kejadian ini.

Lolita, keponakan dari Dodi menceritakan saat perampok pertama kali datang, Dodi sedang tidak ada di rumah.

“Lalu ayahnya dateng, dimintain uang,” ujar Lolita, Selasa (27/12/2016).

Menurut Lolita, Dodi lantas menyerahkan uang ke pelaku. Namun belum cukup, pelaku kemudian meminta semua handphone orang yang ada di rumah dikumpulkan.

“Minta uang sama semua hape diambil. Setahu aku kayak gitu,” ujar Lolita.

Motif pembunuhan sadis di Pulomas masih misteri. Polisi segera mendalami rekaman CCTV.

“CCTV kami tengah dalami,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di lokasi kejadian, Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

“Kalau ada rekaman CCTV yang hilang, nanti kami telusuri ada motif apa? Jangan dulu bilang hilang nanti kami dalami, CCTV-nya,” lanjut Kapolda.

Polisi menyebut pemilik rumah yang dirampok seorang arsitektur.(aan/tor)
sumber: detik

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *