KALAU TUHAN BERANAK, BIDANNYA SIAPA?

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, gak bisa pilih saya, ya — dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho. itu hak bapak ibu. ya. jadi kalo bapak ibu, perasaan, gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gak papa. karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. program ini jalan saja. ya jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak, dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok. gak suka ama Ahok. tapi programnya, gue kalo terima, gue gak enak dong ama dia, gue utang budi. jangan. kalo bapak ibu punya perasaan gak enak, nanti mati pelan-pelan lho kena struk”. (hadirin tertawa)

Sepenggal pidato Ahok di Pulau Seribu ini berhasil menyebabkan ‘tujuh setengah juta’ umat Muslim mengadakan aksi damai. Ahok dianggap telah menistakan atau menghina agama Islam dengan kata-katanya tersebut. Inilah berbagai tuduhan yang bisa kita temukan di media sosial:

Ahok menyebut Alquran bohong.

Kata-kata Ahok, “dibohongin pake surat Al Maidah surat 51”, yang kemudian sengaja diubah oleh Buni Yani, “Bapak-ibu (pemilih muslim)…dibohongi Surat Al Maidah”…(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi.” Kata-kata Ahok seharusnya dimengerti bahwa ada orang yang mengunakan surat Al Maidah ayat 51 untuk membohongi orang lain. Meskipun bagi sebagian orang, hal itu pun juga tetap salah, karena katanya: “Alquran adalah kitab suci umat Islam yang hanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan mulia dan tidak bisa digunakan untuk tujuan yang tidak baik.”

Ahok telah menghina ulama dan umat Islam.

Pendapat dan sikap keagamaan MUI dengan tegas menyatakan : “Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan non-muslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.” Ahok telah menjelaskan dalam eksepsinya bahwa yang dimaksud olehnya membohongi orang lain adalah “oknum-oknum elit politik”. Bukan para ulama.

Ahok tidak boleh mengutip Alquran, karena Ahok bukan Muslim.

Tidak kurang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengingatkan Ahok, “Negara kita berdasarkan Pancasila dan di sisi lain kita juga menghargai pluralisme. Namun bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya.

*****

Hari ini (26/12/2016) Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq ke Polda Metro Jaya.

“Kami melaporkan Habib Rizieq, Fauzi Ahmad, dan Saya Reza terkait penistaan agama. Pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada tanggal 25 kemarin yang menyatakan bahwa ‘Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?’ dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut. Jujur sebagai Ketua Umum PP-PMKRI, kami merasa terhina, merasa tersakiti dengan ucapan yang disampaikan oleh Saudara Habib Rizieq Shihab ini,” ujar Angelo.

Dalam salah satu video yang beredar tersebut kita bisa mendengar kata-kata Habib Rizieq Shihab : “Habib Rizieq ‘selamat natal,’ artinya apa? Selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Saya jawab, ‘Pak, lam yalid walam yulad,’ Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?”

Apakah Habib Rizieq begitu titik-titik sehingga sampai mengira Tuhan melahirkan anak seperti manusia biasa, dan sampai memerlukan bidan? Saya yakin Habib Rizieq yang lulus Cum Laude ini tidaklah termasuk golongan 2D. Kata-kata Habib Rizieq ini terang benderang merupakan olok-olokan dan penghinaan akan iman Kristiani. Iman kami dijadikan lawakan untuk ditertawakan bersama-sama.

Saya sebagai seorang Kristen Katolik merasa sangat tersinggung. Menertawakan iman kami akan Yesus Kristus jelas sangat menyakitkan. Saya yakin umat Muslim juga akan punya perasaan yang sama jika ada yang menertawakan Nabi Muhammad SAW. Kami tidak mengharapkan Habib Rizieq memahami apalagi setuju akan iman kami. Namun, kami tentu berhak tersinggung jika iman kami dijadikan bahan stand-up comedy.

Dengan lelucon yang sama sekali tidak lucu, secara tidak langsung Habib Rizieq telah mengatakan ayat-ayat Injil yang mengajarkan tentang Yesus sebagai Anak Allah adalah bohong semata.

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3 : 16-17)

“Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita”.
(Roma 1 : 3 – 4)

Saya sejujurnya tidak terlalu ambil pusing tentang hal ini. Habib Rizieq adalah seorang Muslim yang sedang berbicara kepada para Muslim. Kalau dia hendak mengatakan Injil berbohong, saya tidak ambil pusing. Saya tidak sakit hati mendengar ceramah Dr Zakir Naik yang selalu mengutip Injil dari sudut pandangnya dia sendiri. Saya malah menyukai bahasa Inggris dengan logat India-nya. Tapi saya sakit hati mendengar ceramah Habib Rizieq, yang lebih bertujuan mengolok-olok daripada menjelaskan pemahaman agama Islam.

Kalau Ahok disebut tidak kompeten menafsirkan ayat Alquran karena dia bukan seorang muslim. Baiklah kita juga mengingatkan kepada Habib Rizieq untuk tidak sembarangan menafsirkan ayat Injil. Apalagi menyangkut hal yang sangat sakral bagi orang Kristiani. Iman akan Allah Tritunggal. Sebagai orang Katolik, setiap kali saya berdoa, saya membuat tanda salib sambil menyebut : “Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Puteri saya yang balita pun saya ajari membuat tanda salib. Mengolok-olok soal ini bukan perkara sepele.

Jika Habib Rizieq tidak paham mengapa Yesus disebut Anak Allah, saya bisa maklum. Kami pun menyebutnya sebagai ‘misteri iman’ yang artinya kami sebagai manusia biasa memang tidak bisa mengerti sepenuhnya. Tapi mbok ya kalau tidak paham ya tutup mulut saja. Bukannya malah dijadikan bahan olok-olokan apalagi tepat di hari Natal.

Aa Gym mengingatkan Ahok terkait pidatonya di Pulau Seribu, “Ada pun Saudara Ahok, memberikan statemen, pernyataan terhadap Alquran dengan perkataan yang tidak pada tempatnya dengan cara yang tidak pada tempatnya, ini adalah perbuatan melampaui batas. Ini adalah perbuatan tercela. Ini adalah perbuatan yang akan menimbulkan konsekuensi dari perkataannya.” Harapan saya, karena Aa Gym kelihatannya bersahabat kental dengan Habib Rizieq, mungkin beliau berkenan memberikan nasihat yang sama kepada sahabat kentalnya ini.

Terakhir, saya ingin memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI). Terima kasih karena sudah menyuarakan emosi jiwa yang selama ini hanya bisa dipendam. Tidak perlu demo atau aksi yang membuat repot banyak orang. Pelaporan dari PP PMKRI sudah cukup mewakili protes kami-kami yang dijadikan bahan lelucon oleh Habib Rizieq.
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *