SOAL ORMAS ISLAM LAKUKAN SWEEPING, WIRANTO SALAHKAN MUI

JawaPos.com – Fatwa Majelis Ulama Indonsia (MUI) yang menyebutkan penggunaan atribut agama lain pada perayaan hari besar bukan Islam berbuntut pada sweeping ke pusat perbelanjaan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Kasus itu sangat disesali oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Seharusnya, kata Wiranto, MUI harus berkoordinasi dengan pemerintah dan juga Polri jika ingin mengeluarkan fatwa.

“Pada saat mengeluarkan fatwa apapun, seyogyanya melaksanakan koordinasi dulu dengan Menag atau kepolisian,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (20/12).

Menurut mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) itu, koordinasi itu dilakukan agar fatwa yang dikeluarkan tidak menimbulkan polemik atau keresahan di tengah masyarakat yang berkiatan dngan nilai-nilai toleransi.

“Karena pada saat ini sedang kita bangun toleransi antar-umat beragama, antar-suku, dan antar-ras,” katanya.

Menurut Wiranto, pemerintah juga berhak diajak berdiskusi mengenai fatwa-fatwa sehingga tidak hanya ada satu pandangan saja. Melainkan ada pandangan dari pemerintah.

Sekadar informasi, MUI mengharamkan pengunaan atribut agama lain bagi karyawan muslim.

Sementara kepada pemilik usaha seperti hotel, super market, pusat perbelanjaan, restoran juga dilarang memaksa karyawan muslim untuk menggunakan atribut agama lain.

Fatwa itu dikeluarkan MUI untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hukum menggunakan atribut keagamaan nonmuslim.

Keputusan MUI Nomor 56 Tahun 2016 dikeluarkan pada 14 Desember 2016.

Dengan keluarnya fatwa tersebut MUI meminta umat Islam agar memilih jenis usaha yang baik dan halal, serta tidak memperoduksi, memberikan atau memperjual belikan atribut keagamaan non muslim. (cr2/JPG)
sumber: jawapos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to SOAL ORMAS ISLAM LAKUKAN SWEEPING, WIRANTO SALAHKAN MUI

  1. Pingback: free cad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *