MASYARAKAT DESA TELAGA LANGKAT MINTA INFRASTRUKTUR JALAN DITINGKATKAN

Binjai (SIB) -Sekira 300 masyarakat Desa Telaga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat antusias mengikuti kegiatan reses yang dilaksanakan anggota komisi A DPRD Sumut Dapil XII Kota Binjai-Langkat Herman Sembiring Meliala di Balai Desa Telaga, Langkat, Minggu (18/12).

Herman Sembiring mengatakan, kegiatan reses merupakan kegiatan rutin anggota DPRD yang bertujuan untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, agar disampaikan secara resmi kepada pemerintah.

Karena itu, dirinya mengajak agar masyarakat yang hadir tidak bosan untuk ikut serta dalam kegiatan yang sama, yang dilakukan oleh anggota DPRD lainnya, karena, tujuan reses adalah untuk mengumpulkan usulan pembangunan yang berasal dari masyarakat, baik melalui pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten/kota. Tujuannya, agar pemerintah mengetahui dan melakukan inventarisasi masalah yang bisa ditampung di anggaran daerah atau disebut APBD.

Dari usulan dan aspirasi masyarakat Desa Telaga, Herman Sembiring mengutarakan mayoritas masyarakat di Desa Telaga minta peningkatan infrastruktur di daerahnya. Pada tahun lalu pihaknya ada mengusulkan melalui APBD Sumut mengenai pembangunan jalan lingkar sepanjang1,5 Km di kawasan perbatasan Langkat – Tanah Karo agar dibangun kembali, karena pembangunannya tidak menyeluruh (gantung). Kedua diharapkan pemerintah membuka jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Karo, salah satu tujuannya untuk mengurai akses kemacetan menuju jalan utama Tanah Karo. Ketiga agar akses jalan di kawasan TNGL sekitar 4 Km lebih, minta perhatian pemerintah untuk dibuka. Karena masalah ini sudah sering diusulkan dewan agar ditampung di APBD Propinsi Sumut, tapi pelaksaannya tidak bisa terealisasi, karena untuk pembangunan akses jalan itu belum medapatkan izin dari TNGL. “DPRD Sumut (komisi A-red) sudah 2 kali mendesak Menteri Kehutanan supaya kementerian Kehutanan memberikan skala prioritas agar jalan menuju kawasan TNGL tersebut segera dibuka. Namun yang menjadi masalah pihak TNGL belum mengeluarkan izinnya DPRD Sumut berharap supaya TNGL harus menyelesaikan izinnya, ” tegasnya.

Selanjutnya, kata Herman Sembiring yang juga mantan anggota DPRD Binjai dua periode ini, masalah penerangan lampu jalan yang dimintakan masyarakat.
Kemajuan di era sekarang sudah beda dengan zaman dahulu, jadi masalah lampu di desa juga harus diperhatikan. ” Ya pihak PLN kan tidak berdiri sendiri. PT.
PLN itu mitra di bawah naungan pemerintah, jadi kita minta bagaimana respon pemerintah karena masyarakat membutuhkan penerangan jalan,” ujar Herman.
Pantauan SIb, kegiatan reses tersebut dimeriahkan oleh lagu-lagu khas suku Karo yang dilantunkan siswa- siswa sekolah dasar. (EW/c)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *