TRAGEDI CHAPECOENSE, PESAWAT LAMIA KEHABISAN BAHAN BAKAR

(BOGOTA) Pesawat sewaan maskapai LaMia 2933 yang jatuh di pegunungan dekat Medellin, Kolombia, telah mengalami kehabisan bahan bakar. Informasi itu terungkap lewat rekaman suara antara pilot dengan menara kendali yang dibocorkan ke publik, pada Rabu (30/11).

“Bu, LaMia 2933 mengalami kegagalan total, listrik mati, tanpa bahan bakar,” kata pilot Miguel Quiroga yang memberitahu menara kendali, beberapa menit sebelum pesawat jatuh pada Senin (28/11) malam.

Dari rekaman tersebut, dua sumber yang dikutip CNN mengatakan pesawat mengalami kerusakan total elektrik dan kehabisan bahan bakar. Temuan ini menguatkan dugaan penyidik bahwa jet telah kehabisan bahan bakar sejak dari Santa Cruz, Bolivia, menuju Medellin.

Kepada AFP, sumber-sumber militer Kolombia menambahkan kondisi kehabisan bahan bakar itu memperkuat kecurigaan bahwa meskipun terjadi benturan hebat tidak ada ledakan. Situasi itu sekaligus memperkuat teori bahwa pesawat kehabisan avtur.

Beberapa saat sebelum rekaman berakhir, pilot mengatakan bahwa pesawat terbang pada ketinggian 9.000 kaki atau 2.743 meter. Rekaman suara pilot itu juga dipublikasikan oleh sejumlah media massa Kolombia.

Alfredo Bocanegra, Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia mengatakan meskipun ada investigasi yang mengarah pada masalah elektris, kemungkinan pesawat kehabisan bahan bakar belum dapat dipastikan. Namun para penyidik juga kaan memastikan mengapa pesawat tidak memiliki bahan bakar cukup, karena hanya berjarak 5 mi saja dari bandara.

“Kehabisan bahan bakar adalah peristiwa yang sangat sangat jarang terjadi pada penerbangan komersial karena ada begitu banyak pemeriksaan dan pengecekan yang memastikan bahan bakar sudah cukup,” tambah Grant Brophy, salah seorang penyidik keselamatan penerbangan.

Kecelakaan pesawat LaMia ini telah menewaskan 71 orang. Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia menyatakan pesawat tersebut dilaporkan membawa sejumlah tim sepakbola Brasil Chapecoense.

Data sementara menyebutkan enam orang yang selamat adalah tiga pemain, dua awak, dan seorang wartawan. Enam orang itu selamat dari 77 orang yang berada di pesawat.

Pada Rabu (30/11), klub sepakbola Chapecoense menyatakan dua pemain masih dalam keadaan kritis namun kondisi stabil. Sementara penjaga gawang Jakson Follmann yang juga menjadi korban harus diamputasi satu kakinya.[AFP/BBC/U-5]
sumber: sp.beritasatu

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *