TARGET 2019 BANGUN AKSES TOL PEMATANGSIANTAR-PARAPAT

Sosialisasi Geopark Nasional Kaldera Toba di Balige

Tobasa (SIB) -Dinas Budpar Provsu bersama Disbudpar Tobasa menggelar Sosialisasi Geopark Nasional Kaldera Toba di ruang balai data kantor Bupati Tobasa, Rabu (30/11), dalam upaya mempercepat Geopark Toba masuk daftar Unesco untuk 2017 mendatang.

Hadir dalam acara ini sebagai narasumber antara lain Kadis Budpar Tobasa Ultri Sonlahir Simangunsong MT, Kasubag Program Disbudpar Provsu Dra Dewi Panjaitan, Ketua Pelaksana Badan Geopark Sumut Ir Alimin Ginting dan Ketua PHRI Tobasa Sinambela. Peserta yang hadir para mitra kerja Disbudpar, termasuk para tokoh masyarakat dan tokoh adat Tobasa.

Ultri Simangunsong dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut selain sosialisasi juga untuk promosi dan edukasi serta penguatan SDM. Untuk ini diharapkannya ke depan agar lebih banyak lagi komponen masyarakat yang terlibat dalam kegiatan geopark kaldera Toba.

Dikatakannya, pembangunan pariwisata membutuhkan proses waktu panjang hingga mencapai tiga puluh tahun, namun dengan perkembangan teknologi saat ini akan bisa tercapai sepuluh atau lima belas tahun ke depan. Diutarakan bahwa pemerintah sekarang sedang mengejar target 2019 untuk pembangunan akses, salah satunya pembangunan jalan tol Pematangsiantar-Parapat.

Dewi Panjaitan mengutarakan bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk pembangunan pariwisata Danau Toba dan telah meningkatkan anggaran pembangunan empat kali lipat dari anggaran sebelumnya. Untuk itu Pemprovsu dan kabupaten dikawasan Danau Toba bersama masyarakat diharapkan lebih serius untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan.

Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya, dimana masyarakat setempat diajak berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Komponen dasar geopark seperti geologi (mineral, batuan, fosil, struktur, bentang alam), biologi (flora, fauna termasuk ekosistem), budaya (tinggalan manusia masa lalu, masa kini). Pilar pembangunan geopark yakni aspek perlindungan dan konservasi, aspek pendidikan dan aspek pengembangan ekonomi lokal. (BR6/l)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *