“GINTING” POLISIKAN BOS DREAM FOR FREDOOM (D4F) KABUPATEN KARO

Karo, Sorakaro.com-Bisnis berkedok “Komunitas saling membantu” Dream For Fredoom (D4F) yang namanya sempat exis dan sohor di Kabupaten Karo, disoal nasabahnya. Korban atas nama Lloyd Reynold Ginting, SP secara resmi membuat laporan pengaduan ke Mapolres Karo 26 Oktober 2016 kemarin.

“Saya sudah tertipu dengan bisnis ini. Bapak Drs. Abdi Muham dan Natalia Sinukaban telah menipu saya. Mereka telah menipu dan menggelapkan uang saya,”ujar Lloyd Ginting, Selasa (1/11/2016).

Dikisahkannya, awalnya, acara yang diselenggarakan oleh D4F di Jambur Milala Jalan Jamin Ginting pada awal bulan Desember 2015. Disitu dirinya dihubungi Bapak Drs. Abdi Muham melalui telepon seluler untuk datang ke acara tersebut. Setelah berada di lokasi acara, Drs. Abdi Muham dan Natalia Sinukaban membujuknya untuk bergabung ke dalam D4F.

Dengan bujuk-rayu Natalia Sinukaban untuk bergabung mengelola uang di bisnis D4F, sebesar Rp. 30.000.000 dengan perjanjian selama 6 bulan dengan rincian 3 bulan pertama waktu untuk pengembalian modal dan 3 bulan berikutnya penerimaan keuntungan. Meski tidak yakin dan memahami tentang bisnis tersebut, ‘korban’ (Lloyd Reynold Ginting, SP) menyetujui dan memberikan dana tersebut.

“Dengan penjelasan Manager DF4, akhirnya saya bersedia menyerahkan uang untuk dikelola oleh Natalia Sinukaban. Dia meminta penyerahan uang itu dengan cara transfer ke rekening Bank pribadinya agar memiliki bukti penyerahan uang. Di tempat pertemuan, dia menyerahkan Nomor Rekening Bank Mandiri Cabang Kabanjahe. Setelah terjadi kesepakatan, Drs. Abdi Muham meminta agar tidak mentransfer seluruhnya,” kisah korban.

Dikatakan Lloyd, uang sebesar Rp. 6.000.000 harus diserahkannya kepada Abdi Muham secara tunai dengan dalih untuk biaya administrasi. Merasa percaya terhadap Abdi Muham, uang tersebut diserahkan melalui salah seorang karyawan Muham, Elkanaria Br. Surbakti di kediamannya di Jln. Kota Cane Kabanjahe. Sementara sisanya sebesar Rp. 24.000.000 di transfer ke rekening pribadi Natalia Br Sinukaban melalui ATM Bank Mandiri pada hari Jumat tanggal 4 Desember 2015 lalu.

Sebelum masalah ini dilaporkan ke Polres Tanah Karo, Korban sudah berupaya berulangkali mencoba mempertanyakan dana tersebut kepada manager DF4 Natalia Sinukaban. Disebutkan, dengan batas waktu perjanjian selama tenggang waktu 6 bulan yang jatuhnya pada tanggal 4 Juni 2016. Dirinya hanya mendapat jawaban sabar dan pasti akan di kembalikan.

“Saya sudah mempertanyakan secara langsung kepada Natalia Sinukaban dan melayangkan surat somasi sebanyak 2 kali. Akan tetapi hingga kini tidak mendapat jawaban apa-apa,” ujar Lloyd kesal.

Untuk itu, selaku korban penipuan dan penggelapan, tambah Lloyd lagi, secara resmi telah membuat pengaduan ke Polres Tanah Karo dengan STPL Nomor : STPL/819/X/2016/SU/RES T.KARO tertanggal 26 Oktober 2016 dengan terlapor Natalia Br. Sinukaban dan Drs. Abdi Muham dengan laporan dugaan penipuan dan penggelapan. (MS 001)
sumber: sorakaro

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *