TIM PIDANA KHUSUS KEJARI GELEDAH KANTOR DINAS PERTANIAN LANGKAT

Stabat,Sumatera Utara-andalas Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat menggeledah kantor Dinas Pertanian Langkat, Rabu (16/11). Namun, aksi itu dinilai hanya akting, sebab belum tentu ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Penilaian itu disampaikan beberapa orang warga yang melihat aksi penggeledahan tersebut, karena kecewa dengan kinerja ditunjukkan Kejari Langkat selama ini. Lihat saja, kasus dugaan korupsi di Dinas P dan P Langkat, sudah ada dua orang ditetapkan sebagai tersangka, tapi kasusnya ‘jalan di tempat’ dan tersangkanya sampai sekarang belum ditangkap dan masih bebas berkeliaran.”Ada apa ini. Memang, hukum ini mereka yang mengaturnya, tapi janganlah seperti itu. Kasus yang itu saja belum diselesaikan, sudah mau mengurusi kasus lain,” ujar mereka.

Pantauan wartawan, pengeledahan itu dilakukan terkait dengan dugaan korupsi Rp2,7 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 di Dinas itu. Setelah beberapa jam melakukan penggeledahan, penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Langkat dipimpin Kasi Pidsus, Amrizal Fahmi dan Disman Gurning, serta dibantu Unit Intel Kejari Langkat menyita sejumlah koper berisi dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan dan pembangunan jaringan irigasi serta rehabilitasi jaringan tersier di sejumlah daerah di Langkat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 sebesar Rp2,7 miliar.

Mereka tampak menggeledah dua ruangan, yakni ruangan Sekretaris dan Bendahara, didampingi Kadis Pertanian Langkat, Ir Nasiruddin. Tidak lama kemudian datang mantan Plt Kadis Pertanian Langkat Nursupandi yang kini menjabat sebagai Sekretaris di Dinas Peternakan Langkat.

Kadis Pertanian Kabupaten Langkat, Nasiruddin di sela pemeriksaan mengakui kedatangan penyidik Kejari Langkat untuk meminta sejumlah berkas terkait dengan proyek pembangunan jaringan irigasi DAK TA 2015. Disinggung tentang lokasinya, dia menyebut kurang paham, karena saat itu dia belum menjabat sebagai Kadis Pertanian Langkat. Namun, ada sejumlah lokasi yang diketahuinya, seperti di Kecamatan Besitang.

Pascapengeledahan, Kajari Langkat, Andri Ridwan melalui Kasi Intel M Yusuf, didampingi stafnya Andi Sitepu mengakui, tim dari Kejaksaan Langkat memang menggeledah guna melakukan pencarian barang bukti di kantor Dinas Pertanian Langkat.

“Penggeledahan ini untuk mencari dan melengkapi dokumen terkait dengan adanya temuan dugaan korupsi pembangunan jaringan irigasi dan rehabilitasi jaringan tersier sebesar Rp2,7 miliar, yang kini dalam penanganan Tim Pidana Khusus Kejari Langkat,”ujarnya.(BD)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *