PENJUAL NASI BUNGKUS NYAMBI JUAL WANITA LEWAT FACEBOOK DAN WHATSAPP. INI TARIFNYA

TRIBUNJATENG.COM- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar kasus trafficking dengan modus memakai media sisial facebook (FB). Ini seiring dengan ditangkapnya Agus Andriawan (27).

Warga asal Kutisari, Surabaya yang masih bujang ini ‘menjual’ ST (32) ke pria hidung belang.

Wanita yang kos di Jl Dukuh Kupang Surabaya itu sudah sebanyak 40 kali dijual ke hidung belang. Tarifnya, sekali kencan antara Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta.

Sudah 40 kali menjual ST (32), warga kos di Jalan Dukuh Kupang ke lelaki hidung belang.

Korban dijual antara Rp 700 ribu hingga 1, 5 juta rupiah sekali kencan.

Saat dibekuk anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya, pemuda yang sehari-hari menjual nasi bungkus dan kue ini mengaku cuma ingin menolong korban yang sedang butuh banyak uang.

Orangtuanya sakit dan terbelit hutang ke rentenir.

“Saya kenal dari teman dia (ST). Setelah bertemu, dia minta dicarikan pelanggan. Karena dia tidak punya medsos, minta bantuan ke saya untuk dipasarkan di medsos (facebook dan whatsapp),” aku Andri –panggilan Agus Andriawan, Jumat (18/11).

Karena ST terus mendesak dengan alasan membayar utang rentenir, Andri pun merasa iba. Akhirnya tersangka memajang foto korban ke akun FB-nya.

Selama 40 kali dikencani lelaki hidung belang melalui tersangka, korban kerap bertransaksi di hotel-hotel Surabaya dan juga memberi layanan di kamar kosnya di Jalan Dukuh Kupang.

“Saya tidak ikut transaksi. Setelah ada pelanggan berminat, langsung saya kasih nomor teleponnya,” aku Andri.

Dari hasil transaksi dengan para pelanggan, tersangka mendapat komisi antara Rp 100 hingga 200 ribu rupiah.

“Saya dikasih Rp 100 ribu. Kadang-kadang dapat Rp 200 ribu untuk sekali transaksi. Saya dikasih sama anaknya (korban) yang ditransfer ke bank,” terang Andri.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, modus trafficking yang dipakai tersangka untuk memasarkan korban lewat media sosial Facebook (FB).

“Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya kami lakukan pnggerebekan di kamar kos di Jalan Dukuh Kupang. Saat itu korban tengah menerima tamu untuk berkencan,” kata Shinto.

Setelah polisi melakukan penyidikan, ternyata tamu yang dilayani korban berasal dari tersangka Andri.

“Tersangka sudah menjual korban sebanyak 40 kali kepada lelaki hidung belang,” pungkas Shinto. (Surya)
sumber: jateng.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *