ANTARA KULCAPI DAN SYAHRINI

Sekitar 10 thn yang lalu, aku dan beberapa rekan kerja di ktr mendapatkan hadiah Tour ke china ( Tiongkok) tepatnya ke Beijing dan Tian jin kota dkt tembok raksasa ( great wall). Aku menang salah satu kategori ” The Best”.

Banyak hal yg berkesan, salah satu yg membuatku takjub adalah bagaimana pemerintah disana mendukung musik dan musisi tradisional mrk. Di restaurant2, pusat jajanan di mall, bahkan di taman2 kota musik tradisional lah yang mereka pertunjukkan, bukan musik modern. Sehingga musik tradisional tsb sdh masuk ” wilayah” parawisata.. Ada keunikan dsitu ( bentuk dan suara alat musik) yg tak di temui di tempat lain.

Andai saja pemerintah kita mendukung musik tradisional.. Alangkah indah nya jika di lobby hotel2 berbintang di medan atau kab karo, tamu yg datang di sambut dgn petikan kulcapi atau surdam dll.
Toh itu juga ” wilayah’ parawisata kan? Sehingga kelak kulcapi dan surdam dll bisa sejajar populernya dgn Angklung, gamelan atau Sasando..

Dan itu bisa terwujud jika pemerintah mendukung, bisa dgn menerbitkan perda misalnya kpd pengelola hotel dan pengelola Mall wajib menyajikan musik tradisonal..
Kalo gubernur dan bupati mau, pasti bisa.. Ya kalo mau

Apa yg bisa ku lakukan?
Ya aku hanya bisa membuat sebuah lagu dan memasukkan kulcapi sbg salah satu instrument musiknya, tak lupa ku sematkan uis beka buluh di pundah pemain kulcapinya.. Itu saja.

Kenapa lagu SYAHRINI?
Krn syahrini adalah ‘kenderaan” yang joss.. Yg bisa membawa kulcapi ini kmana mana. di terima semua kalangan.

Salut dan terima kasih utk : John Tarigan, Ardy Brena Gurusinga, Jacky Raju Sembiring, Ian Karonese Sintua.. Dan yg lainnya .. Mrk adalah anak muda yg tetap setia dan bangga dgn Kulcapinya.

Itu saja .. Ngopi kita tah

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *