DATANGI GEREJA, WALIKOTA BEKASI: TIDAK ADA MINORITAS DAN MAYORITAS YANG ADA ANAK BANGSA INDONESIA

Di Kota Bekasi, tidak ada minoritas dan mayoritas. Yang ada anak bangsa Indonesia yang hidup berdampingan, saling menghargai dan penuh toleransi. Sebab, Kota Bekasi adalah miniatur Indonesia yang penduduknya beragam suku dan agama serta hidup kekeluargaan. Penegasan itu diungkapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat pengukuhan Majelis Umat Beragama di Aula Kecamatan Pondok Melati, Senin (17/10).

Usai peresmian Majelia Umat yang dihadiri semua perwakilan agama yang ada di Indonesia, Rahmat langsung berkunjung ke beberapa lokasi. Diantaranya ia melihat pekerjaan P3BK di Jatirahayu, dan mengunjungi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Hankam Raya di Jalan Raya Hankam nomor 45, Kecamatan Pondok Melati.

Disambut beberapa pendeta, Wali Kota Bekasi berdialog langsung dengan jamaat GKI tersebut. Ia selaku wali kota mengatakan bahwa selepas pengukuhan Majelis Umat, dirinya ingin mengunjungi GKI Hankam Raya. Dikatakan, sebagai bagian dari pemerintah dirinya wajib mengayomi semua umat beragama, tak terkecuali jemaat GKI. Sebagai kepala saerah dirinya harus tetap berada di tengah-tengah setiap umat beragama.

“Saya semenjak tahun 2010 sudah berkeliling kota Bekasi untuk selalu mengajak masyarakat beragama mejaga sikap toleran, tidak boleh kita mempertentangkan perbedaan agama suku dan ras. Sebagai anak bangsa yang lahir di tanah NKRI ,menjadi kewajiban saya memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi, ” katanya.

Ia menambahkan, “Agama islam juga mengajarkan kepada saya bahwa islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia, “jelas Rahmat Effendi.

Ia dan para pemangku jabatan menyempatkan diri berkunjung ke GKI Hankam Raya sebagai bagian dari kewajiaban dirinya selaku kepala daerah dan wali kota semua umat beragama.

Sebelumnya, Rahmat sudah melantik beberapa Majelis Umat di berbagai kecamatan. Diharapkan, setiap kecamatan se Kota Bekasi terbentuk Majelis Umat yang dapat mempererat kebersamaan dan hidup berdampingan sesama masyarakat di Kota Bekasi yang penduduknya sangat hetrogen.
sumber: netralitas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *