LAGI…! PETUGAS JEMBATAN TIMBANG BANDARBARU TERTANGKAP TANGAN PUNGLI SOPIR

Petugas kepolisian dari Unit Tipiter Polrestabes Medan, berhasil mengungkap kasus pengutan liar (pungli) di jembatan timbang Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Sumut, Jalan Djamin Ginting, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (21/10/2016). Kasus ini merupakan kali kedua terjadi, setelah beberapa tahun silam diungkap Kejatisu.

Dalam pengungkapan itu, petugas berhasil meringkus tiga pegawai Dishub Pemprovsu yakni, Edison Purba (54) warga Jalan Bunga Ester, Gang Nusa Indah, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Perlindungan Harahap (56) warga Jalan Makmur, Dusun V Dahlia, Desa Sambirejo, Kecamatan Percut Seituan, dan Hasan Basri Lubis (48) warga Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Kota.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, menjelaskan, penangkapan ketiga pegawai Dishub Pemprovsu ini, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di UPPKB (Jembatan Timbang) Sibolangit sering terjadi pemungutan liar serta pemerasan terhadap para sopir truk yang datang dari arah Medan-Berastagi maupun arah sebaliknya, dengan cara, setiap pengangkutan yang melintas wajib masuk jembatan timbang untuk dilakukan pengukuran/penimbangan terhadap muatan barang yang dibawa. Kemudian mencocokkannya dengan buku speksi.

“Ternyata saat dilakukan penyelidikan, ketiga tersangka terbukti melakukan pengutipan liar terhadap truk-truk yang kelebihan muatan,” ujar Mardiaz didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal.

Dijelaskan Mardiaz, dalam modusnya ketiga tersangka meminta sejumlah imbalan kepada para sopir truk sesuai pelanggaran tentang kelebihan muatan yang dilakukan agar tidak dilakukan penilangan.

“Dalam operasi pungli yang dilakukan, ketiga tersangka mengutip uang kepada para sopir truk secara bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Apabila sopir truk tidak memberikan uang, maka petugas Dishub akan memberikan tilang dan tidak memperbolehkan kepada sopir truk untuk melintas dan menahan buku speksi,” terangnya.

Dalam kasus pungli di jembatan timbangan, sambung Mardiaz, ketiga tersangka mampu meraup keuntungan perharinya sebesar Rp12 juta hingga Rp15 juta yang hasilnya dibagi ke masing-masing pimpinan.

“Dari hasil OTT yang dilakukan, petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp2,4 juta yang diperoleh dari dalam plastik hitam, kemudian uang Rp1,7 juta diperoleh dari laci kerja, 1 buku register tilang, 1 buku register catatan bukti hasil penimbangan dan bukti pembayaran denda dan 29 blanko bukti pembayaran dengan uang tunai Rp2,9 juta,” jelas Mardiaz.

“Ketiga tersangka kita kenakan pasal 12 huruf e UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi karena terbukti menguntungkan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Petugas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap tiga oknum dinas perhubungan dalam kasus praktik pungutan liar di Jembatan Timbang Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (24/3/2011).

Penangkapan itu dilakukan petugas intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut melalui penyamaran. Ketiga pelaku tersebut adalah PS, AS, dan MS. Mereka ini juga dijerat pasal korupsi.(sandy)
sumber: metro-online

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *