SAJAK TUKANG GUSUR

FB: KataKita

Karya: Fadly Zon (Politisi handal untuk keluarga dan partainya sendiri )

Tukang gusur, tukang gusur
Menggusur orang-orang miskin
Di kampung-kampung hunian puluhan tahun, di pinggir bantaran Kali Ciliwung.

Di rumah-rumah nelayan Jakarta
Di dekat apartemen mewah dan mal yang gagah
Semua digusur, sampai hancur.

Tukang gusur, tukang gusur
Melebur orang-orang miskin
Melumat mimpi-mimpi masa depan
Membunuh cita-cita dan harapan
Anak-anak kehilangan sekolah, bapak-bapaknya dipaksa menganggur
Ibu-ibu kehabisan air mata

Tukang gusur, menebar ketakutan di Ibu Kota
Gayanya pongah bagai penjajah Caci maki kanan kiri
Mulutnya srigala penguasa
Segala kotoran muntah
Kawan-kawannya konglomerat
Centengnya oknum aparat
Menteror kehidupan rakyak

Ibu Kota katanya semakin indah Orang-orang miskin digusur, pindah

Gedung-gedung semakin cantik menjulang
Orang miskin digusur pula.

Tukang gusur, tukang gusur
Sampai kapan kau duduk disana
Menindas kaum dhuafa

Tukang gusur, tukang gusur
Suatu masa kau menerima karma pasti digusur oleh rakyat Jakarta
********

Menurut Fadly, kemiskinan yg terjadi puluhan tahun itu alamiah, bukan salah siapa siapa. Harusnya dirawat jumlahnya, didoakan supaya mereka cepat kaya, tidak usah dicegah peningkatan jumlahnya. Pemerintah cukup melindunginya dengan memungut pungutan pungutan liar bersama para preman. Karena orang miskin adalah sumber empuk untuk melakukan pungli yg sudah membudaya. “Jangan merusak budaya lama”.

Menurut fadly, Bangunan liar yg berdiri diatas tanah negara, dipinggir kali, pinggir rel kereta, dibawah jalan layang, bukan sebab dari munculnya daerah kumuh, apalagi sebagai penyebab banjir yg sering menenggelamkan rumah mereka.

Menurut Fadly, penggusuran yang sudah terjadi tidak ada relokasi, tidak ada normalisasi, dan dibiarkan begitu saja. Sehingga banjir makin sering, dan korban penggusuran jadi gelandangan.

Menurut Fadly, pekerja lepas yg dulu gajinya dibayar manual, dipangkas sana sini, tidak ada jaminan kesehatan, malah makin menderita, makin malas bekerja karena ngga digaji sama sekali.
Sehingga bertambahlah pengangguran.

Pokoknya menurut Fadly, Jakarta sudah indah, sudah bagus dan ngga perlu dibenahi.

Jadi, puisi ini bertujuan untuk memilih pemimpin yg bersedia merawat kemiskinan, kekumuhan, banjir yg sering datang. Karena itu terjadi secara alami, dan bagian dari budaya kita yang santun.

https://m.facebook.com/story.php…

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to SAJAK TUKANG GUSUR

  1. Pingback: buy dmt online bulk orders

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *