ISIS ‘TEMBAKKAN SENJATA KIMIA’ KE MARKAS TENTARA AS DI IRAK

Kelompok milisi ISIS diduga telah menembakkan roket berisi senjata kimia kepada tentara Amerika yang berbasis di Irak, sebut militer AS.

Roket yang mendarat beberapa ratus meter dari pangkalan angkatan udara Qayara di dekat Mosul ditengarai membawa agen mustard.

Agen mustard(sulfur mustard, C4H8Cl2S), menurut Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, merupakan racun yang menyerang kulit, mata, paru-paru, serta saluran pencernaan. Senyawa itu juga dapat melukai organ dalam, terutama organ yang mengeluarkan darah, jika masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau paru-paru.

Kendati demikian, tidak ada yang terluka dalam serangan hari Selasa (20/09) di markas yang dihuni beberapa ratus prajurit AS itu.

Jika laporan ini terbukti benar, insiden itu merupakan serangan senjata kimia pertama terhadap pasukan koalisi di Irak.

Prajurit yang bertugas di markas dilengkapi peralatan untuk menangani serangan kimiawi.

“Pada 20 September, tengah hari waktu Irak, markas udara di [Qayara] Barat diserang dengan tembakan tidak langsung,” kata Pentagon dalam pernyataan pers.

“Pengujian awal pada sisa-sisa senjata memberikan hasil positif untuk agen mustard. Perangkat yang digunakan, kemungkinan roket atau mortar, sederhana dan tidak akurat.”

Setelah proses dekontaminasi, tidak satu pun prajurit menunjukkan tanda atau gejala paparan terhadap agen mustard, lanjut Pentagon.

“Serangan ini tidak memberikan dampak apa pun pada misi kami, dan kami tidak mengubah langkah keamanan kami di kawasan [sekitar markas]. Kami melatih dan mempersiapkan prajurit dan rekan kami untuk kemungkinan seperti ini.”

Belum ada konfirmasi perihal serangan di Baghdad, sebut koresponden BBC di Timur Tengah, Quentin Sommerville.

Namun telah terdapat 20 kasus terdokumentasi terkait penggunaan senjata kimiawi terhadap milisi Kurdi di Irak, seperempatnya melibatkan gas mustard.

Telah lama ISIS diduga membuat dan menggunakan senjata kimiawi sederhana di Irak dan Suriah, yang sebagian wilayahnya mereka kuasai.

Mosul, kota kedua di Irak, di bawah kendali ISIS selama dua tahun terakhir dan pertempuran untuk mengambil alih kota itu diperkirakan dimulai beberapa pekan mendatang.

Prajurit AS membantu pasukan lokal mempersiapkan serangan tersebut.
sumber: bbc

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *