KEMENKUMHAM UNGKAP ISI TESTIMONI FREDDY BUDIMAN SEBELUM DIEKSEKUSI

* Sempat Mogok Makan dan Ingin Bunuh Diri

Jakarta (SIB)- Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengaku, pihaknya membuat video yang berisi testimoni Freddy Budiman.

Freddy Budiman adalah terpidana mati kasus narkoba yang ditahan di Nusakambangan, sebelum eksekusi mati yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Video testimoni itu direkam oleh staf Ditjen Pemasyarakatan sehari sebelum eksekusi mati dilakukan pada Jumat (29/7) dini hari.

“Memang kami rekam testimoni Freddy Budiman. Itu sudah persetujuan Freddy,” ujar Akbar saat dihubungi Sabtu (13/8) malam.

Akbar mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Kepala Lapas Nusakambangan mengenai perubahan sikap Freddy yang signifikan.

Akbar mengatakan, dalam video berdurasi sekitar 15 menit tersebut ditampilkan kegiatan pembinaan selama di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, termasuk perbaikan sikap Freddy yang dianggap sudah jauh lebih baik menjelang eksekusi mati.

Para terpidana lain yang menghuni Lapas Nusakambangan juga dimintai testimoninya. Namun, hanya sekilas, dan tidak berdurasi sepanjang Freddy.

“Ini kan menarik, yang dulu bandar narkoba, main perempuan, sekarang bisa berubah,” kata Akbar.

Namun, belum ada niatan Kemenkumham untuk mengunggah video itu ke publik. Mengapa?

Selain karena memang sejak awal video itu hanya untuk dokumentasi kelembagaan, ada pula sisi privasi Freddy menyangkut sejumlah nama yang disebut pada kesan-kesan terakhirnya.

Akbar juga memastikan bahwa isi video tersebut tak terkait soal cerita Freddy kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.

“Saya jamin tidak ada (omongan) soal kasus hukumnya. Kalaupun ada, tidak kami rekam,” kata Akbar.

Ingin Bunuh Diri
Akbar mengatakan, dalam video berdurasi 15 menit itu, Freddy bercerita bagaimana jatuh bangun mentalnya selama dikurung. Terlebih lagi, setelah tenggat eksekusi mati tiba di depan mata

Freddy, kata Akbar, mengaku sempat mogok makan sampai ingin bunuh diri.

“Kalapas tahu dia mogok makan, tapi dibiarkan. Yang penting kan makanan terus dikasih,” kata Akbar.

Sampai akhirnya, Freddy menuturkan bahwa dua tahun terakhir ia mendekatkan diri ke Tuhan. Ibadahnya semakin kuat dan makin merasa siap menghadapi regu tembak.

“Bahkan Ramadhan kemarin khatam Al Quran 10 kali, puasa sunah juga. Ini kan menarik, dulu bandar narkoba, main perempuan, sekarang bisa berubah,” kata Akbar. (Kps/c)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *