WARGA DESA LINGGA TETAP MENOLAK RELOKASI MANDIRI

SIMPANGEMPAT (Karo News) : Ratusan warga Desa Lingga Kec. Simpang Empat Kab. Karo bersikukuh tetap menolak rencana relokasi mandiri yang dicanangkan Pemkab. Karo di desa mereka atas penanganan korban erupsi Gunung Sinabung. Sikap tegas tersebut disampaika warga Desa Lingga pada saat Pemkab Karo menggelar sosialisasi, dan dialog secara terbuka di Jambur (losd) desa mereka Selasa (7/6).

Rencananya relokasi tahap kedua tersebut diperuntukan bagi 1.683 Kepala Keluarga (KK) asal pengungsi Gunung Sinabung seperti Desa Berastepu, Gurukinayan, Gamber, dan Kuta Tonggal. Menurut warga, apabila wacana relokasi mandiri dipaksakan ke Desa Lingga akan merusak kelestarian Desa Lingga sebagai desa budaya di daerah tersebut.

Dalam dialog tersebut dihadiri langsung Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu, Kapolres Karo AKBP Pangasian Sitio, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekda dr Sabrina pihak BPBD dan instansi lainnya.

Kepala Desa Lingga, Servis Ginting mengatakan, warga desanya menolak jelas kalau ditempat mereka akan dijadikan relokasi mandiri, sehingga diharapkan tatanannya jangan dirusak, dan diperkeruh dengan adanya lokasi relokasi disana. “Desa Linggga merupakan salah satu desa sejarah kerajaan di Karo yakni Kerajaan Sibayak Lingga, sehingga harus dijaga warisan leluhur tersebut,” katanya.

Pasri Ginting warga Desa Lingga mengatakan, apabila di lokasi mandiri dilaksanakan di Desa Lingga tentu meningkatkan angka kriminalitas, dan tentu eksistensi warga Desa Lingga merasa terancam dengan kehadiran 4 warga desa baru di Desa Lingga.

“Dalam rapat – rapat sebelumnya, hal ini telah dibahas dengan Pemkab. Karo sehingga lebih baik tidak dilaksanakan relokasi mandiri di desa Lingga. Kami pun bukan anti para pengungsi erupsi Sinabung yang datang ke Desa Lingga. Tapi jangan dijadikan adanya desa di dalam desa. Kan masih ada areal lahan yang lebih luas di atas radius 7 km. Dan intinya relokasi mandiri itu, masyarakat mencari lahan, dan rumah baik itu secara berkelompok bukan mengarahkan ke Desa Lingga ,”tegas Ginting

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengatakan, melalui dialog akan ditemukan jalan keluar. Jika pemerintah daerah diam saja, tanpa ada usaha memfasilitasi dalam mencari jalan keluar atas masalah yang ada maka pihak luar akan melihat Pemkab tidak bekerja.

“Saya mengerti akan ke­beratan warga, karena itu akan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Kita ini warga Karo yang menjunjung nilai budaya Karo. Oleh karena itu lebih baik kita dialog bersama secara ke­keluargaan untuk mencari jalan keluar. Pemerintah tidak akan memaksa warga untuk harus menerima keputusan relokasi mandiri ke Desa Lingga,” ujar Terkelin.

Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu selaku Dan­satgas juga meminta kepada warga Desa Lingga agar tidak terprovokasi dengan oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab, dengan membenturkan antar warga Desa Lingga dengan 4 desa yakni Desa Berastepu, Gurukinayan, Gamber dan Kuta Tonggal. “Kita harus menjaga persaudaraan. Sebab warga Desa Lingga tentu berbudaya, dan menjaga keharmonisan,”katanya.(Bay)
sumber: karonews

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *