KADISDIK KARO: PENERIMAAN SISWA BARU MELEBIHI KUOTA MENYALAHI

* Wakil Kepala SMAN 1 Berastagi: Sudah Persetujuan Bersama Orangtua Siswa dan Komite

Kabanjahe (SIB)- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Saroha Ginting mengatakan penerimaan siswa baru melebihi kuota adalah menyalahi. Hal ini dikatakannya melalui seluler kepada SIB beberapa waktu yang lalu di Kabanjahe.

Menurutnya, pihak panitia Penerima peserta didik baru (PPDB) di tiap satuan pendidikan menerima siswa sesuai kuota yang telah ada. Hal ini berhubungan dengan ruang kelas belajar (RKB) dan mobiler pihak sekolah katanya.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan SMA N 1 Berastagi. Dimana, pihak panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN 1 Berastagi menerima siswa di luar kuota yang seharusnya 320 siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2016/2017. Sehingga untuk menampung siswa berkisar 100 orang diluar kuota tersebut, dikenakan kutipan Rp 8 juta per siswa untuk membangun ruang kelas baru (RKB). Hal ini dikatakan salah satu orang tua siswa yang tak ingin namanya disebut kepada SIB Minggu (31/7) di Berastagi. “Seharusnya sekolah itu hanya menampung 10 kelas dengan daya tampung 32 orang satu kelas, berarti jumlahnya 320 orang. Namun hingga kini sekolah itu telah menerima berkisar 100 orang siswa diluar kuota tersebut, bisa mencapai 4 kelas lagi. Untuk menampung siswa diluar kuota tersebut, dikenakan biaya pungutan Rp 8 juta per siswa untuk membangun ruang kelas baru dan juga mobilernya,” kata sumber.

Di satu pihak, anaknya tetap ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut, namun di pihak lain ia harus membayar uang yang sangat tidak sedikit agar bisa mendapatkan sekolah tersebut”, imbuhnya.

Hal ini diakui pihak sekolah SMA N 1 Berastagi yang mengenakan kutipan Rp 8 juta per siswa yang mendaftar di luar kuota. Wakil Kepala sekolah bagian kesiswaan MG mengatakan ada penambahan siswa di luar kuota, namun jumlah konkritnya belum pasti, untuk sementara kisaran 100 orang siswa. Keputusan ini diambil kepala sekolah karena sudah merupakan persetujuan orangtua siswa dan komite untuk membangun ruang kelas baru. “Itu sudah merupakan keputusan dan persetujuan bersama antara orangtua dan komite sekolah dan sudah dilaporkan kepada kepala dinas pendidikan Kabupaten Karo,” katanya. Namun saat ditanya pada rapat yang diadakan pengurus komite dan orangtua apakah dihadiri seluruh anggota komite, ia mengatakan hanya dihadiri pengurus inti dan orangtua yang hendak menginginkan anaknya sekolah di SMAN 1 Berastagi walau sudah melebihi kuota. “Pengurus komitenya adalah pak Horison sebagai ketua, Jimbo Purba sebagai Sekretaris dan sebagai bendahara adalah Ibu Herti Delima Purba”, katanya.

Ketika ditanya apa dasar dan regulasi dalam mengambil keputusan tersebut, ia tidak berkomentar banyak.

Lanjutnya, untuk sementara siswa di luar kuota tersebut akan ditempatkan di aula untuk mengikuti proses belajar mengajar selama pembangunan ruang kelas belajar. “Pada saat PPDB, NEM tertinggi yang kita terima adalah 93,53 dan terendah 81,80,”ujarnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Berastagi Alberto Colia hingga kini tidak berkomentar atas pertanyaan tentang PPDB yang melebihi kuota ini .(B03/c)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *