POLRES TANAH KARO HANCUR DILEMPARI BATU RATUSAN WARGA

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Polres Tanah Karo di Jl Veteran Kabanjahe diserang ratusan warga Desa Lingga.

Penyebabnya, bermula dari masalah lahan di lokasi Relokasi Mandiri Tahap II (korban Sinabung), Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dari informasi yang diperoleh Tribun, kejadian bermula pada pukul 12.30 WIB siang tadi.

Saat itu, pihak pengembang melakukan pembongkaran pagar menggunakan satu unit alat berat dipandu oleh perwakilan pengembang bernama Verawenta beru Surbakti.

Adapun pagar yang dibongkar tersebut adalah pagar yang sebelumnya di pasang oleh masyarakat Desa Lingga yang mengklaim bahwa itu adalah jalan warga yang digunakan sebagai jalan pemotongan menuju Desa Lingga.

Sekitar pukul 14.20 WIB, pembongkaran selesai dan situasi masih aman.

Namun, memasuki pukul 14.30 WIB, Sekdes Lingga bernama Lotta Sinulingga datang ke pos polisi di sekitar lokasi menyampaikan protes. Ia tidak terima tanah warganya dipagar.

Melihat Sekdes turun tangan, sekitar 150 orang warga Desa Lingga kemudian melakukan pemblokiran jalan tepatnya di depan pos polisi, sehingga arus lalulintas di Jl Kabanjahe Simpang Empat macet total.

Pada pukul 15.30 WIB, massa kembali menuju ke lokasi awal untuk mendirikan pagar.

Karena kesal, warga pun mendatangi pos polisi bertanya siapa pelaku pembongkaran pagar.

Sayangnya, petugas jaga tak merespon keluhan warga.

Tepat pukul 18.00 WIB, sekitar 400 orang berbondong-bondong datang ke lokasi awal pembongkaran.

Mereka teriak “Serang, bakar, dan bunuh,”.

Mengetahui warga menyerang, 15 personel polisi yang ada di pos lari ke Polres Tanah Karo. Mereka meminta bantuan, dan terjadilah penyerangan warga.

Sementara itu, di lokasi awal pemagaran satu unit eskavator merk Hitachi rusak dibakar warga.

Akibat insiden ini, seorang warga bernama Arya dikabarkan tewas karena terlibat bentrok dengan polisi.

“Ada lima orang yang diamankan. Mereka diduga melakukan provokasi,” kata sumber di kepolisian, Jumat (29/7/2016) malam.

Adapun kelima warga yang diamankan masing-masing Eddi Sitepu, James Sinulingga, Nahason Sinuraya, Modal Sinulingga dan Sugiarto Meliala. Sampai saat ini, suasana di Tanah Karo masih belum kondusif.

“Rencananya jenazah korban tewas akan dibawa ke Medan. Kondisi Polres Tanah Karo rusak akibat dilempari batu,” ungkap Sumber.(ray/tribun-medan.com)
sumber: tribunnews

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *