SEJUMLAH MENTERI DAN HPJI AKAN BICARAKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN KONEKTIVITAS INFRASTRUKTUR JALAN BERBIAYA MURAH KE DANAU TOBA

* Narasumber Menkopulhukam Luhut Panjaitan, Menpar, Menteri PUPR dan Kepala Bappenas

Medan (SIB)- Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bersama DPD HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Sumut dan Jawa Barat akan menggelar Konferensi, Lokakarya sekaligus Pameran Indonesia Trac and Road Environment Camp (IndoTREC) 2016 dalam waktu dekat di Medan. Kegiatan itu membicarakan perencanaan pembangunan konektivitas infrastruktur jalan supaya cepat terealisasi untuk mendukung pengembangan kepariwisataan Danau Toba termasuk objek wisata lainnya di Sumut.

Kepala Pusjatan dan Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza usai rapat persiapan di Medan, Senin (27/6) menjelaskan, Pusjatan ditugaskan pemerintah pusat melakukan riset untuk perencanaan pembangunan dengan menggunakan teknologi dan material lokal berbiaya murah. Selain itu membahas upaya mengatasi kendala lapangan hingga sistem pembiayaan agar pembangunan infrastruktur jalan itu cepat diwujudkan.

Untuk itu, IndoTREC 2016 kata Herry akan menghadirkan narasumber paling berkompeten yaitu Kepala Bappenas, Menteri PUPR, Menteri Pariwisata dan Menkopolhukam Jenderal (Purn) Luhut B Panjaitan. peserta konferensi dan lokakarya diutamakan dari unsur pemerintahan (provinsi dan kabupaten/kota) praktisi di bidang jalan dan transportasi, pakar perguruan tinggi, konsultan dan kontraktor, industri dan supplier.

Rapat persiapan yang dilanjutkan acara berbuka puasa bersama di Medan itu dihadiri antara lain Kepala Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan M Idris, Peneliti Pusjatan Natalia Tanan, Ketua DPD HPJI Provinsi Jawa Barat Agus Bari Syailendra, Ketua DPD HPJI Sumut Umar Zunaidi Hasibuan, Sekretaris DPD HPJI Sumut Burhan Batubara, Bendahara Makmun Sukarna dan pengurus lainnya.

“Dengan koferensi ini kita harapkan kesamaan berpikir dan bertindak bisa diwujudkan dengan dukungan tekonologi bukan hanya dari Pusjatan, tapi juga dari pihak swasta. Jadi bukan hanya pemerintah pusat, tapi Pemerintah Provinsi Sumut, swasta, akademisi dan teknokrat (perguruan tinggi) juga harus terlibat sehingga ada solusi terkait penggunaan teknologi dan materialnya,” kata Ketua HPJI Jawa Barat Agus Syailendra.

Sementara itu Ketua DPD HPJI Sumut Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, Pusjatan dan HPJI melihat, selama bertahun-tahun ini infrasturuktur jalan yang terkoneksi masih belum bisa diwujudkan di Sumut. Melalui konferensi dan lokakarya itu, kata Umar, seluruh stakeholder di kawasan Danau Toba akan dibangkitkan supaya bergerak bersama agar konektivitas jalan dengan kondisi mantap bisa terwujud.

Menurutnya, kegiatan itu akan membahas proyek ruas tol Tanjungmorawa-Tebingtinggi yang sedang dibangun agar bisa selesai tepat waktu. Kemudian pembangunan jalan penghubungnya atau koneksi ke Danau Toba bisa cepat terwujud, sehingga nantinya dari Medan ke objek wisata nasional itu bisa ditempuh maksimal dua setengah jam.

“Tapi kegiatan itu bukan hanya membicarakan pembangunan konektivitas infrastruktur jalan menuju kawasan Danau Toba saja, tapi juga ke objek wisata lainnya di Sumut seperti Nias. Pada acara itu juga akan dicarikan solusi bagaimana sistem pembiayaan paling gampang dan paling murah bagi daerah, tentu saja ada regulasi tentang pembiayaan tersebut,” kata Umar.(R15/d)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *