BAYI LAHIR SETELAH 107 HARI IBUNYA DINYATAKAN MENINGGAL

*Dalam 2 Bulan, Wanita Sulawesi Lahirkan Dua Bayi

Bayi laki-laki bernama Laurenco Salvador Faria dilahirkan di satu rumah sakit di Lisbon, Portugal, tiga bulan setelah ibunya, Sandra Pedro, 37 tahun, mengalami stroke fatal akibat otaknya sudah mati alias tidak berfungsi.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (14/6), Laurenco lahir pekan lalu dengan berat 2,3 kilogram.

Namun momen membahagiakan bagi para dokter itu harus berganti dengan kesedihan karena mereka harus mematikan alat ventilator yang selama ini membuat ibunya tetap bertahan hidup.

Sang ibu sedang hamil 17 pekan ketika dia mulai sakit dan para dokter awalnya mengira bayi yang dikandung Sandra ikut meninggal.

Tapi ketika para dokter di ruang intensif mengetahui masih ada tanda kehidupan, mereka memutuskan tetap mempertahankan ibu bayi itu.

Dokter membuat Pedro tetap hidup dengan memberinya makanan lewat tabung dan juga hormon serta oksigen.

Perawat dan dokter kemudian menyaksikan kandungan Pedro terus berkembang menandakan janinnya tetap hidup.

Bukan itu saja, para perawat di Rumah Sakit San Jose itu juga mengelus perut Pedro, memijatnya, membisikkan lagu bagi janin di dalam perutnya.

“Dia sangat suka ketika dinyanyikan lagu. Kalau dinyanyikan dia banyak bergerak,” kata suster Nuno Camilo kepada Daily Mirror.

“Ini sungguh mengejutkan karena biasanya jika ibunya sudah meninggal maka bayinya juga ikut meninggal,” kata dokter Susasna Alfonso, 40 tahun.

Sandra kemudian dimakamkan sehari setelah Laurenco lahir.

“Dia sanggup bertahan hidup. Bayi ini akan memberi arti bagi hidup saya,” ujar ayah Laurenco, Miguel Angelo Faria, 30 tahun.

Lahirkan Dua Bayi
Sementara itu, seorang wanita yang baru melahirkan anak dua bulan lalu terkejut bukan kepalang. Wanita itu kaget tak karuan karena tiba-tiba sakit perut dan kembali melahirkan seorang bayi lagi.

Annisa, warga Polewali, Sulawesi Barat, melahirkan bayi laki-laki ketika gerhana matahari penuh pada 9 Maret lalu di Puskesmas.

Namun, pada 7 Mei lalu, wanita berusia 25 tahun itu tiba-tiba sakit perut dan tidak lama setelah itu dia melahirkan seorang bayi perempuan.

Annisa mengatakan, beberapa hari setelah melahirkan bayi pertamanya, dia kembali ke rutinitas hariannya dengan bekerja sebagai tukang cuci piring dan menjual kue.

“Saya harus bekerja keras untuk mencari uang karena sudah diceraikan suami beberapa bulan sebelum saya melahirkan anak,” katanya.

Menurutnya, anak keduanya lahir di rumah dengan dibantu seorang bidan desa karena dia tidak sempat untuk ke rumah sakit.

“Saya sangat terkejut karena tidak menyangka melahirkan sekali lagi dalam waktu yang sangat singkat ini.

“Namun, saya tetap bersyukur dan berusaha untuk membesarkan anak-anak saya dengan sempurna,” jelasnya.

Sementara itu, seorang spesialis di rumah sakit Majene, Dokter Zulfatma mengatakan, kondisi yang dialami Annisa merupakan hal yang tidak aneh, tetapi sangat jarang terjadi.

“Kemungkinan Annisa mengandung anak kembar dari dua telur yang membentuk dua janin dengan dua tali pusat dan dua selaput ketuban.

“Bayi pertama ini lahir prematur, tetapi bayi kedua tetap berada di dalam rahim dan dilahirkan ketika sampai batas waktunya,” katanya.

Zulfatma menambahkan kemungkinan dokter yang menangani kelahiran pertama Annisa gagal mendeteksi satu bayi lainnya di dalam rahim wanita itu. (merdeka.com/dream/h)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *