KETENG-KETENG: ALAT MUSIK TRADISIONAL SUKU KARO

HeraVikana (HaraVikana Ansita Kaban-Siantar)-Suku Karo tentu tidak asing di telinga kita. Namun tidak cukup bila hanya mengetahui namanya saja. Kita juga harus tahu kebudayaan Suku Karo. Kebudayaan Karo bukan hanya saja bahasa, pakaian adat, senjata tradisional, makanan khas Karo dan rumah adat. Dalam budaya karo juga terdapat alat musik tradisional.

Tentu jika bicara tentang alat musik Karo, yang terlintas di pikiran kita adalah keyboard. Namun, keyboard bukanlah alat musik tradisional Karo. Jadi, apa saja kah alat musik tradisional Karo?

Di sini, akan kita bahas alat musik tradisional Karo dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini.

Alat musik Karo umumnya dibuat dari bahan sederhana dan, untuk membuatnya, tidaklah sulit jika punya keinginan yang tinggi. Salah satunya adalah keteng-keteng. Alat musik yang dibuat dari bambu ini sangat terlihat sederhana dan sepertinya tidak akan menghasilkan bunyi yang indah saat dimainkan dan sudah pasti jauh lebih indah dari suara gitar.

Namun, siapa sangka bila keteng-keteng dimainkan dengan cara yang bagus dan sayembara menulis 1serius, alat musik tersebut akan menghasilkan bunyi yang indah sekali. Meski terlihat sederhana, tidak semua orang dapat memainkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tahun terakhir ini, pemuda/i Karo kembali memperkenalkan alat musik keteng-keteng di tengah masyarakat luas setelah beberapa tahun hampir tidak pernah dimainkan lagi dan keberadaannya hampir punah.

Bukan itu saja. Sebulan yang lalu, sebuah organisasi di Medan menampilkan beberapa anak dari daerah Sinabung untuk memainkan alat musik keteng-keteng tersebut. Hal ini tentunya sangat mendukung sekali agar alat musik tradisioanal Karo tetap terjaga dan terlestarikan.

Tentu sebagai bagian dari Suku Karo, kita tidak ingin kebudayaan kita hilang, bukan Jika kita memang tidak ingin kebudayaan itu hilang, mari mulai sekarang kembali lestarikan budaya kita; baik itu di bidang seni, pakaian, bahasa, rumah adat dan makanan khas.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar keteng-keteng tetap ada dalam budaya kita:

1. Mulailah menyukai alat musik tersebut dan mencoba untuk memainkannya.
2. Kita bisa membentuk sebuah komunitas yang memainkan alat musik Karo terlebih alat musik keteng-keteng.

Selain itu, cobalah untuk lebih menyukai budaya sendiri dibandingkan dengan budaya lain seperti budaya yang kebarat-baratan. Dengan demikian, budaya Karo tetap terjaga dan kemungkinan akan dikenal oleh seluruh dunia.

Kalau bukan kita siapa lagi? Mejuah-juah!
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Adat Istiadat Karo, Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to KETENG-KETENG: ALAT MUSIK TRADISIONAL SUKU KARO

  1. untuk pelajaran ke depan nya buat admin 🙂
    ada beberapa kalimat yg harus diperhatikan dan di edit.
    ketika saya baca,ada beberapa kalimat yg ditambahi sehingga membuat artikel menjadi tidak asli lagi.
    misalnya:”Namun, siapa sangka bila keteng-keteng dimainkan dengan cara yang bagus dan sayembara menulis 1serius, alat musik tersebut akan menghasilkan bunyi yang indah sekali”.Dalam artikel asli nya,tidak ada kalimat”sayembara menulis 1″.
    Next:”Tentu sebagai bagian dari Suku Karo, kita tidak ingin kebudayaan kita hilang, bukan.”
    seharusnya penulisan menjadi”Tentunya sebagai salah satu bagian dari suku karo,kita tidak ingin kebudayaan kita hilang bukan?”

    saya sebagai penulis sangat bangga ketika karya saya di perkenalkan kepada orang banyak:))
    Bujur melala admin:)
    MJJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *